Apakah itu Rabies, Kenali Gejala dan Penanganannya

Apakah itu Rabies, Kenali Gejala dan Penanganannya Ilustrasi anjing rabies (freepik.com)

Diagnosis Kepada Pasien Rabies

Dokter akan mendeteksi infeksi virus rabies. Namun belum ada pemeriksaan yang dapat mendiagnosis apakah orang tersebut terjangkit virus rabies sesaat setelah tergigit hewan yang diduga mengidap virus rabies. Penyakit ini dapat dideteksi ketika gejala-gejala nya sudah muncul.

Dalam mendiagnosis, dokter akan melakukan serangkaian tanya jawab mengenai gejala yang dialami, jenis hewan dan apakah pasien sudah pernah mendapatkan vaksin rabies. Diagnosis dapat dilakukan untuk mengukur seberapa besar resiko luka dari infeksi.

  • Kategori risiko rendah, jika kontak hanya sentuhan, jilatan yang tidak menyebabkan luka terbuka
  • Kategori risiko sedang, jika kontakberupa gigitan kecil dan tidak dalam, serta cakaran atau lecet tidak menyebabkan pendarahan
  • Kategori risiko tinggi, apabila kontak gigitan atau cakaran mengarah ke mata, mulut, dan leher hingga menyebabkan luka yang menembus kulit atau pendarahan

Penanganan pada pasien yang sudah menunjukan gejala akan diperiksa lebih lanjut melalui :

  • Tes PCR, menggunakan sampel air lir hingga cairan serebrospinal
  • Tes antibodi untuk mendeteksi antibodi (kekebalan tubuh) yang melawan virus rabies dengan mengambil sampel air liur atau darah pasien
  • Melakukan Biopsi atau mengambil sampel jaringan untuk diperiksa lebih lanjut melalui mikroskop

Setelah itu dokter akan memantau tanda-tanda rabies selama 10 hari pada hewan yang menggigit.


Vaksinasi Rabies Bagi Pasien

Selanjutnya dokter akan memberikan pengobatan berupa serum anti rabies dan vaksinasi

Serum anti rabies atau human rabies immune globulin (HRIG) diberikan kepada pasien yang mengalami luka dengan risiko tinggi dan belum pernah menerima vaksin rabies.

Serum anti rabies diutamakan pada pasien dengan beberapa kondisi, diantaranya :

  • Memiliki lebih dari satu gigitan
  • Tergigit pada area dengan banyak saraf seperti kepala, leher, atau tangan
  • Memiliki daya tahan tubuh lemah, semisal karena menderita HIV atau menggunakan obat antikanker seperti rituximab
  • Tergigit oleh hewan yang terkonfirmasi terpapar rabies

Serum ini diberikan sebagai perlindungan pasien sebelum antibodi vaksin rabies terbentuk. Pemberian serum ini dibarengi dengan pemberian dosis pertama vaksin rabies.

Vaksin rabies mengandung virus rabies yang sudah dilemahkan. Vaksin ini merangsang produksi kekebalan tubuh atau antibodi yang selanjutnya akan membunuh virus rabies. Idealnya vaksinasi diberikan kepada pasien yang berisiko terpapar. Namun untuk pencegahan, vaksin rabies juga dapat diperoleh saat seseorang baru dicakar atau digigit hewan yang diduga membawa virus rabies. Vaksin ini disebut post-exposure prophylaxis (PEP).

Pemberian vaksin akan disesuaikan dengan kondisi pasien. Mulai dengan pertimbangan apakah sudah atau belum pernah menerima vaksin rabies.

Bagi mereka yang belum pernah mendapatkan vaksin rabies, dokter akan memberikan 4 dosis vaksin :

  • Dosis pertama diberikan segera setelah tergigit, disertai pemberian serum anti rabies
  • Dosis kedua diberikan pada hari ke-3 setelah tergigit
  • Dosis ketiga diberikan pada hari ke-7 setelah tergigit
  • Dosis keempat diberikan pada antara hari ke-14 sampai ke-28 setelah tergigit

Sementara itu, bagi pasien yang sudah pernah menerima vaksin rabies, dokter hanya akan memberikan 2 dosis vaksin

  • Dosis pertama diberikan secepatnya setelah tergigit
  • Dosis kedua diberikan 3 hari setelah tergigit

Dengan demikian pentingnya untuk tetap menjaga kesehatan dan pemeliharaan hewan. (mrc) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO