Gubernur Khofifah saat meninjau inovasi pertanian di Ngawi.
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah meninjau inovasi pertanian di Ngawi yang dikembangkan para petani dari Dusun Nglencong Desa Dempel, Kecamatan Geneng, yang tergabung dalam Poktan Sari III.
Ia menuturkan, peninjauan ini penting untuk mewujudkan visi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional. Sebab, Ngawi termasuk dalam jajaran daerah tertinggi penghasil padi secara nasional.
BACA JUGA:
- Kaca Depan Pecah dan Sopir Terluka, 3 Pelajar Pelempar Bus Ditangkap di Padas Ngawi
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
"Ngawi ini luas area tanamnya sekitar 50.000 hektare dengan indeks tanam 2,8. Jadi rata-rata luas tanah per tahun adalah 140.000 hektare. Produksi padinya juga mencapai 520.000 ton per tahun," ujarnya, Rabu (10/5/2023).
"Pertanian mereka sudah maju dan banyak inovasi khusysnya dalam penggunaan pupuk organik dan dalam menjaga daya dukung alam. Makanya ini kita kuatkan di sini sebagai lumbung pangan nasional. Karena Ngawi memang daerah dengan produktivitas padi tertinggi nasional tahun 2022," paparnya menambahkan.

Saat itu, Khofifah melihat alsintan yang digunakan para petani setempat. Antara lain traktor roda 2, traktor roda 4, transplanter alat tanam, perontok padi mobil, dan Combine Harvester serta vertical dryer dan Rice milling unit (RMU).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




