Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, saat memberi sambutan dalam acara Dharma Santi di Candi Tegowangi. Foto: Ist
"Tapi percayalah saya akan terus berusaha bagaimana caranya menyejahterakan seluruh masyarakat Kabupaten Kediri dan semua umat yang ada di Kabupaten Kediri," katanya.
Ia turut menyampaikan, Pemkab Kediri memiliki komitmen untuk memberikan kesejahteraan bagi guru-guru agama non formal melalui program pemberian insentif. Program yang telah berjalan sejak 2021 itu setidaknya hingga 2022 telah menyasar 7500 guru dengan rincian 6.665 guru muslim, 835 non muslim.
"Bahkan, saya harus sampaikan bahwa dari kuota yang kita siapkan untuk agama Hindu dan lainnya itu untuk ditingkatkan lagi," pungkas Mas Dhito.
Sementara itu, dalam sambutannya Ketua PHDI Kabupaten Kediri Murtaji menyampaikan terimakasih atas perhatian yang diberikan bupati Kediri kepada umat Hindu.
Diungkapkan, selain dari pemerintah pusat melalui Kementerian Agama, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pendidikan memberikan perhatian bagi umat Hindu di Bumi Panjalu seperti pemberian bantuan guru pasraman.
"Kami di Hindu mendapatkan guru pasraman, sehingga anak didik mulai karawitan, pendidikan formal itu dikelola guru pasraman," bebernya.
Selain guru pasraman, tambah Murtaji, pemerintah daerah setiap bulannya memberikan pembinaan antar lembaga Hindu. Realisasinya, setiap bulan dilakukan koordinasi antar lembaga secara bergantian untuk menata umat di Kabupaten Kediri. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




