Petugas saat melayani seorang ibu yang membeli beras saat operasi pasar di Kecamatan Kota. Foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
Sebagaimana yang diungkapkan Tanto Wijohari, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri, kenaikan harga beras ini disinyalir tingginya permintaan dan kurangnya pasokan.
“Ini kan belum musim panen, jadi pasokan beras terbatas, sedangkan permintaan terhadap komoditas tersebut tidak berkurang, sehingga terjadi kenaikan harga,” terangnya.
“TPID Kota Kediri, yakni Pemkot Kediri, Bank Indonesia, dan Bulog, sengaja menggelar operasi pasar ini guna mengendalikan harga tersebut, sehingga inflasi Kota Kediri bisa tetap terjaga,” imbuh dia.
Operasi pasar ini dilaksanakan selama dua hari, yakni Sabtu (4/2/2023) dan Minggu (5/2/2023) berlokasi di kantor kecamatan di Kota Kediri. Yaitu Kantor Kecamatan Pesantren, Kota, dan Mojoroto). Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
“Satu hari satu ton beras disiapkan untuk masing-masing kantor kecamatan. Satu wilayah kecamatan total ada 2 ton beras untuk 2 hari. Jadi operasi pasar kali ini ini mengalokasikan total 6 ton beras,” jelas Tanto lebih rinci.
Sedangkan untuk pembelinya merupakan warga ber-KTP Kota Kediri. Di mana satu warga/KTP hanya diperbolehkan membeli satu pak beras medium kemasan 5kg seharga Rp43.000.
"Kami berharap, dengan upaya ini (operasi pasar) harga beras bisa segera kembali normal dan inflasi daerah dapat terjaga," pungkas Tanto. (uji/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




