Petugas damkar saat memadamkan kobaran api. Foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE.com
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Kebakaran hebat terjadi di rumah Pardi (70), warga Dusun Kricak, Desa Karangan, RT 001 RW 001 Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jumat (27/1/2023).
Akibatnya, rumah petani dengan enam anak ini ludes terbakar dan rata dengan tanah. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah ini. Namun, kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
BACA JUGA:
- DPRD Gresik Belum Bahas Relokasi 43 PKL Kali Avoor
- Siap Luaskan Pasar Global, SIG Rampungkan Proyek Dermaga dan Fasilitas Produksi di Tuban
- PT PON Salurkan Beasiswa Sekolah Kejar Paket B & C Lewat Program Pintas di Tlogopojok
- Buron hingga ke Malang, Pelaku Pembacokan di Menganti Akhirnya Diringkus Polisi
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Gresik, Agustin Halomoan Sinaga mengungkapkan, laporan kebakaran di Desa Karangan masuk pukul 07.26 WIB.
"Terjadinya kebakaran itu dilaporkan Pak Husen ke Damkar Gresik pukul 07.26 WIB. Petugas damkar tiba di lakasi pukul 08.00 WIB," ucap Sinaga kepada BANGSAONLINE.com.
Saat rumahnya terbakar, Pardi (70) dan istrinya, Ika (60), sedang bekerja di sawah. Sementara anak dan menantu juga sedang bekerja.
"Saat terbakar, rumah dalam keadaan kosong," tuturnya.
Saat terjadi kebakaran, warga sekitar sudah berusaha memadamkan kobaran api. Mereka berbondong bondong membantu memadamkan api dengan peralatan dan perlengkapan seadanya.
Namun, karena api tak kunjung padam, Husen lantas menghubungi damkar untuk meminta bantuan pemadaman.
"Rumah ini dihuni 8 orang. Pardi (70) dan Ika (60) pasangan suami istri dan anak serta menantu, Salim (40), Suwarno (35), Fatma ( 26), Nopal (30) menantu, dan Dery (6), serta Nia (22)," tutupnya. (hud/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






