Wakil Bupati Pasuruan Mujib Imron saat menjadi pembicara daalam talkshow pemberantasan paham radikalisme dan aliran sesat.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Berbagai upaya dilakukan Pemkab Pasuruan untuk membentengi masyarakat dari paham radikal. Sebab, paham radikal ataupun ekstremis bisa dengan mudah menyusup ke masyarakat, khususnya para generasi muda.
Untuk itu, Pemkab Pasuruan menggalakkan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat serta pendekatan melalui kegiatan positif yang mengedepankan karakter budaya daerah. Yaitu budaya ramah terhadap keanekaragaman yang dimiliki bangsa.
BACA JUGA:
- Dilema PPPK dan Napas APBD Pasuruan: Komisi I DPRD Cari Formula 'Bensin'
- Dikunjungi Kepala BNPB, Wabup Pasuruan Sampaikan Kondisi Banjir, 150 Hektare Terancam Gagal Panen
- Kolaborasi Mas Rusdi dan Gus Shobih Wujudkan Pemerintahan Akuntabel di Kabupaten Pasuruan
- Pemkab Pasuruan Ajukan Revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Rp66 Miliar ke Pemerintah Pusat
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Pasuruan KH Mujib Imron dalam acara talkshow pemberantasan paham radikalisme dan aliran sesat yang digelar oleh salah satu radio milik pemkab.
Menurutnya, pencegahan paham radikalisme kepada generasi muda bisa dilakukan melalui penguatan pendidikan karekter sejak usia dini.
"Upaya yang dilakukan pemkab salah satunya melalui program wajib madin, kegiatan jambore kemah bakti antar pelajar yang berbeda agama, serta mengenalkan kekayaan budaya suku yang ada di Indonesia," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat saling menghormati antar sesama. Khususnya saat berinteraksi sosial.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




