Ia berjanji akan mendalami keluhan masyarakat. "Kami dalami dulu keluhan ini. Sebab, tidak mungkin kalau sudah terdaftar (e-RDKK) tapi saat mau ditebus pupuknya tidak ada," katanya.

Ditanya soal kasus penyelundupan pupuk subsidi sebanyak 17 ton yang diduga jadi penyebab kelangkaan pupuk, Suyono membantahnya.
"Kelangkaan pupuk tidak ada kaitannya dengan kasus penyelundupan. Kelangkaan pupuk ini murni karena ada pengurangan dari pusat," tegasnya.










