Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat Kick Off Meeting SUMP Gerbangkertosusila Plus.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemprov Jatim terus berupaya mewujudkan konektivitas di kawasan Gerbangkertosusila Plus (Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Sidoarjo-Surabaya-Lamongan-Jombang-Bojonegoro-Tuban).
Untuk itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama bupati/wali kota Gerbangkertasusila plus dengan Pemerintah Jerman melalui Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW) menandatangani kesepakatan bersama dalam program Sustainable Urban Mobility Plan (SUMP) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (15/11/2022).
BACA JUGA:
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
Kerjasama tersebut juga ditandatangani bersama beberapa kepala daerah yang masuk dalam kawasan Gerbangkertosusila Plus. Sejumlah kawasan tersebut yakni Surabaya, Kota Mojokerto, Gresik, Bangkalan, Kabupaten Mojokerto, Sidoarjo, Lamongan, Jombang, Bojonegoro dan Tuban.
Gubernur menegaskan, Kick Off Meeting SUMP ini membutuhkan komitmen tinggi dari seluruh para kepala daerah yang masuk dalam kawasan Gerbangkertosusila Plus. Ia yakin, Kick Off ini akan menjadi komitmen bersama untuk mendukung pembangunan di kawasan metropolitan plus, sekaligus menjadi pengungkit perekonomian di Jatim.
"Kick Off ini akan menjadi komitmen untuk menggerakan roda pembangunan, mobilitas barang dan jasa, meningkatkan sektor investasi dan juga sektor ekonomi di Jatim. Saya yakin setelah Kick Off SUMP ini seluruh tim akan memberikan support kerja sama terbaik," ujarnya.

Gubernur berpesan agar proses pelaksanaan SUMP dilakukan dengan perencanaan yang matang. Hal-hal teknis juga harus dipersiapkan serta dikoordinasikan dengan banyak lintas sektor.
Ia menambahkan, pihaknya akan mengembangkan rencana pengembangan angkutan masal berbasis jalan, pengembangan bandara juanda, pengembangan kawasan pelabuhan, hingga pengembangan angkutan massal berbasis rel sampai reaktivasi jalur Kereta Api. Untuk itu, Khofifah meminta seluruh tim harus bergerak cepat melakukan koordinasi setelah ini.
“Sambil berjalan, hal-hal teknis harus segera di koordinasikan. Jika ingin reaktivasi jalur kereta maka harus segera berkoordinasi dengan PT. KAI," ujarnya.
Dalam pengembangan wilayah Gerbangkertosusila ini Pemerintah Jerman akan memberikan hibah mencapai 1,49 juta Euro atau setara Rp23 milliar. Mengingat Jatim adalah daerah yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, investasi yang tinggi serta dianugerahi masyarakat yang partisipatif serta sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




