Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat membuka Kongres XV dan Seminar Ilmiah Nasional Ikatan Pustakawan Indonesia. Foto: DEVI FITRI AFRIYANTI/BANGSAONLINE
Gubernur mengungkapkan, Pemprov Jatim telah beberapa kali melepas produk yang merupakan Communal Branding ke pasar ekspor. Menurut dia, produk yang berjalan sendiri tak akan mencukupi kebutuhan pasar internasional.
"Kalau sendiri-sendiri nggak nutut memenuhi kebutuhan pasar ekspor, tanggal 26 lalu kita ekspor kopi, kopi ini kopi yang seluruh dunia produknya hanya 7 persen nah kopi ini ada di Wonosalam, Jombang kemudian ada di Jember," paparnya.
Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando, kegiatan yang diikuti ratusan pustakawan dan berkumpul di Jawa Timur ini juga membahas bagaimana mengedukasi perekonomian mikro agar bisa mendekati pasar internasional.
"Kami memilih Jawa Timur karena memang komitmennya ibu Gubernur tadi sudah sama kita dengarkan, tadi beliau di sini terhadap perpustakaan luar biasa bagaimana kita bertranformasi digital dan bagaimana ekonomi mikro itu bisa diedukasi dengan menetapkan mereka pada pasar internasional melalui online atau bahkan start up," urai Syarif.
Selain membahas soal peningkatan perekonomian UMKM, acara ini juga membahas sejumlah isu, di antaranya mendekatkan perpustakaan ke masyarakat dalam bentuk digital.(dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




