Ilustrasi. Foto: Pixabay
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Halloween dirayakan pada 31 Oktober setiap tahunnya. Saat Halloween, biasanya orang-orang akan mengenakan topeng dan kostum unik atau menyeramkan dengan tema pilihan masing-masing.
Perayaan Halloween selalu identik dengan buah labu. Acap kali, buah yang berwarna orange ini akan dibuat lentera yang diukir seperti membentuk wajah yang kerap menghiasi pesta-pesta Halloween. Lentera labu ini juga dikenal sebagai Jack O'lantern. Rupanya, sejarah Halloween identik dengan lentera buah labu cukup panjang dan berawal dari sebuah mitos cerita rakyat Irlandia kuno.
BACA JUGA:
- Viral Pengendara Motor di Surabaya Bawa Kardus Berisi Barang Harga Rp70 Jutaan
- Viral! Siswa SD di Probolinggo jadi Korban Bullying, Polisi Lakukan Penyelidikan
- Jambret Apes! Nekat Gasak Perhiasan Emak-emak di Blitar, Ternyata Emas Imitasi
- Polemik Yai Mim dan Sahara, Gus Yusuf Minta Alumni Tebuireng Jaga Adab
Tapi, tahukah Anda mengapa pesta Halloween selalu identik dengan lentera berbentuk labu?
Dilansir dari history.com, penggunaan labu itu sendiri berasal dari mitos Irlandia pada abad ke-17 tentang tentang seorang pria bernama Stingy Jack yang menipu Iblis.
Dikisahkan, Stingy Jack mengajak iblis untuk minum bersamanya. Tetapi, Jack tidak mau membayar minumannya, jadi dia meyakinkan iblis untuk mengalihkan dirinya menjadi koin sehingga bisa digunakan Jack untuk membeli minuman mereka.
Setelah iblis berubah menjadi koin, Stingy Jack memutuskan untuk menyimpan koin di sakunya. Ternyata, di dalam saku Jack sudah berisi salib perak yang digunakan untuk mencegah Iblis berubah kembali ke bentuk aslinya.
Jack menyetujui untuk membebaskan Iblis, dengan syarat selama satu tahun iblis tidak mengganggu jack.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




