Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, saat menyaksikan Gubernur Khofifah mengupas Nanas Pasir Kelud. Foto: Ist
"Ini saya akan pamerkan kepada bapak ibu sekalian, ada komandannya, pemilik dari area ini Pak Bupati Kediri (Hanindhito Himawan Pramana), hampir setiap tamu saya kenalkan," kata Khofifah.
Ia yang sedari awal mengetahui dan merasakan varietas PK-1 itu memang mengakui kelebihan nanas yang dikembangkan di Lereng Gunung Kelud itu. Selain rasanya yang manis, untuk menikmati buah itu cukup mudah.
"Ini nanas yang tidak perlu dikupas, cukup dibelah-belah saja," tuturnya.
Untuk saat ini, mendapatkan nanas kualitas unggul itu diakui tidak mudah karena pengembangannya yang belum masif. Sehingga, Khofifah mengusulkan adanya pinjaman KUR Yarnen (bayar saat panen) bagi petani nanas.
Hal itu lantaran masa panen nanas PK-1 yang sampai menunggu 18 bulan. Dengan KUR yarnen itu, para petani diharap akan lebih banyak lagi yang mengembangkan untuk menanam PK-1.
"Kalau tidak disiapkan secara masif, marketnya tidak sampai Surabaya, apalagi Jakarta," ucap Khofifah.
Selain Nanas Pasir Kelud, buah-buah unggulan dari berbagai daerah di Jawa Timur sengaja dijadikan display di setiap kegiatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur supaya dapat diketahui setiap tamu yang hadir. (tia/sis)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




