Kendaraan operasional Pemkab Gresik yang dibeli dari uang rakyat teronggok rusak tak terawat. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE.com
Ia menyarankan Pemkab Gresik memprioritaskan perbaikan infrastruktur berupa jalan poros desa (JPD) maupun jalan kabupaten lantaran masih banyak yang rusak.
"Bisa dicek, mayoritas JPD saat ini tak ada yang tak rusak. Rata-rata mengalami kerusakan sedang dan berat, dan belum diperbaiki karena terbentur pembiayaan," ungkapnya.
Novantoro lantas mengingatkan bahwa APBD Gresik tahun ini merosot pasca pandemi covid. Misalnya pada APBD-P 2022 yang tengah dalam pembahasan.
"Dari rencana belanja APBD-P 2022 sebesar Rp3,9 triliun, proyeksi pendapatan Rp3,6 triliun. Selisihnya sekitar Rp300 miliar. Dilihat dari kondisi ini, pasti masyarakat berontak kalau pembeliannya (motor) memakai APBD," cetusnya.
Untuk itu, Novan menegaskan LPB akan menolak proyek pengadaan 356 sepeda motor untuk kades dan lurah. LPB merasa prihatin dengan kondisi kebutuhan masyarakat yang belum bisa dipenuhi oleh pemerintah, karena terbentur kemampuan pendapatan.
"Wong PAD wae tahun ini oleng kok pakai macem beli 356 motor segala. Sepurane (mohon maaf) lho, tolok ukur saya dari PAD tahun ini. Kayaknya pemerintah sekarang lebih besar pasak daripada tiang," tutupnya. (hud/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




