OLAH TKP. Tim Labfor Polda Jatim melakukan olah TKP di lokasi sumur SKW #21 JOB P-PEJ. Tampak petugas berseragam petrochina menuju ke lokasi tapak sumur #21. Foto: Eky nurhadi/BANGSAONLINE
"Penyelidikan untuk memastikan apakah kebocoran terjadi karena kesalahan manusia atau karena di luar kemampuan manusia," ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga sudah meminta keterangan sejumlah petugas JOB P-PEJ selaku operator migas Blok Tuban terkait kasus sumur minyak Sukowati #21 itu. Namun masih belum dapat diketahui.
Terpisah, Senior Supervisor Security and Public Relations Operator Blok Tuban, JOB P-PEJ, Yoga S. Utomo mengatakan, bau tidak sedap dari sumur SKW #21 Pad A Lapangan Sukowati itu disebabkan bocornya tree conection yang ke BOP Lubricator. Sumur yang bocor mengeluarkan gas, minyak dan air yang menyebabkan bau tidak sedap.
"Pada saat kebocoran, para pekerja sedang melakukan survey tekanan dasar sumur (EMR Job – Tanpa Rig)," terangnya.
Seperti diketahui, ratusan warga Desa Ngampel, Kapas, Bojonegoro menjadi korban setelah menghirup bau tidak sedap yang muncul dari lokasi Pad A. Ratusan warga mengungsi satu diantaranya di rawat di RS Ibnu Sina, karena kondisinya kritis. Beruntung nyawa nenek itu kini dapat diselamatkan. (nur/rvl)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




