Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin Al Hariri. (foto: BANGSAONLINE.com)
Siapa yang mengirim SMS ke HP Ketua Tanfidziah Kabupaten Probolinggo saat itu? Kiai Jamaluddin menyebut nama seorang petinggi PWNU.
”Tapi meski menang tak diberi,” katanya sembari tetawa. Ada dua kemungkinan kenapa uang itu tak jadi diberikan. Pertama, diambil sendiri oleh petugas riswah itu. Kedua, karena PCNU Probolinggo tak sesuai dengan harapan petugas riswah. Yaitu tak memilih kandidat yang dijagokan.
Kiai Jamaluddin mengingatkan bahwa praktik politik uang dalam Muktamar NU di Makassar bisa terjadi lagi dalam Muktamar NU di Jombang. ”Harus hati-hati,” sarannya.
Karena para penyuap muktamirin itu pasti melakukan berbagai cara untuk memenangkan kandidatnya. Ia menceritakan kasus rekayasa dalam muktamar NU di Makassar.
”Pemilihan Rais Am dan Ketua Umum itu kan ditunda,” katanya. Menurut dia, pemilihan ditunda diduga karena petugas riswah belum menyelesaikan tugasnya. ”Pemlihannya kan malam hari. Saya dapat telepon sekitar jam segini ini,” katanya. Maksudnya sekitar jam 2 siang.
Lalu Kiai Jamaluddin akan memilih siapa dalam Muktamar NU di Jombang? Ia secara terang-terangan tetap akan memilih KIai Hasyim Muzadi sebagai Rais Am. Alasannya, Kiai Hasyim Muzadi adalah kader NU yang mengabdi kepada NU sejak dari tingkat ranting.
“Saya sejak dulu sudah bersama dengan Kiai Hasyim,” katanya. Apalagi sekarang NU dalam kondisi darurat dari segi aqidah. Menurut dia, kini Aswaja sedang terancam Syiah, Wahabi dan Islam LIberal. ”Hanya Kiai Hasyim yang bisa tegas menyelamatkan Aswaja,” katanya.
Sedang untuk Ketua Umum Tanfidziah, Kiai Jamaluddin mengaku memilih KH Ir Salahuddin Wahid (Gus Solah). ”Saya dapat banyak SMS dari kiai-kiai yang mempertanyakan ketua umum yang sekarang (KH Said Aqil Siraj),” katanya.
”Kiai-kiai itu bilang ketua umum PBNU yang sekarang tidak punya karakter NU, karena itu jangan sampai dipilih lagi,” tegasnya sembari menunjukkan SMS dari salah seorang kiai di Proboliggo.
Menurut Kiai Jamaluddin, SMS seperti itu banyak sekali. Ia menilai SMS itu bagian dari amanah. ”Kan berdosa kepada umat kalau kita tak melaksanakan,” katanya. Sebab ia menjadi Rais Syuriah PCNU Kabupaten Probolinggo adalah amanah dari warga NU Probolinggo. Sedang para kiai NU di Probolinggo kini menolak Kiai Said Aqil Siraj jadi ketua umum PBNU lagi. ”Mereka menganggap kurang akhlaqul karimah,” katanya. (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




