Sergio, pemilik Restoran Babiambo, akhirnya diperiksa aparat kepolisian Polsek Kelapa Gading Jakarta Utara. Foto: istimewa
JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Sergio, pemilik restoran online Babiambo, akhirnya minta maaf setelah warga heboh, gara-gara dia menjual rendang babi. Dia membantah melecehkan suku bangsa Minang yang memiliki khas kuliner masakan Padang.
Sergio menjual rendang babi mengaku bertujuan memperluas pasar dengan mencoba melakukan inovasi: memadukan kuliner khas suku Minang dengan bahan baku daging babi.
BACA JUGA:
- Anies Ditolak Kelompok Kristen, Ganjar Tak Disukai Umat Islam, Benarkah, Berapa Populasi Kristen?
- Respons Geger Rendang Babi, Gubernur Khofifah Minta Rumah Makan Padang Diberi Label Halal
- Jakarta Membara, 24 Tahun Lalu, Ribuan Orang Lari Ke Luar Negeri, Inilah Ceritanya
- Kepercayaan Tionghoa: Nusantara Lambang Kematian, Media Tiongkok: Nu-San-Ta-La
“Saya mau minta maaf yang sebesar-besarnya,” kata Sergio kepada wartawan di kediamannya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (10/6/2022). “Saya menyesal banget, kalau tahu dari awal bakal begini tidak akan kita lakuin,” tambahnya.

(Rendang daging sapi halal. Foto: warung-padang.co)
Menurut Sergio, masakan yang dijual di restoran Babiambo itu kurang menarik minat masyarakat.
“Hanya bertahan tiga bulan,” katanya. Karena itu ia mengaku kaget ketika usahanya itu viral.
“Saya kaget,” katanya.
Apalagi banyak yang tersinggung. Terutama dari suku Minang.
Kini kasus rendang babi itu menjadi perbincangan publik. Pantauan BANGSAONLINE.com di Jawa Timur juga banyak yang melontarkan komentar.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




