Ilustrasi: sawah yang terendam banjir.
NGANJUK (BANGSAONLINE.com) - Banyaknya bencana banjir yang merendam puluhan hektar sawah di Nganjuk yang mengakibatkan petani harus menanggung kerugian karena gagal panen tidak membuat Dinas Pertanian setempat, tergugah untuk memberikan bantuan. Padahal Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur setiap tahun selalu menganggarkan pengadaan benih padi untuk petani yang terkena bencana alam.
Para petani Nganjuk yang Maret lalu sawahnya direndam banjir hingga gagal panen, terpaksa menanggung sendiri sejumlah kerugian. Sejumlah petani mengaku tidak tahu tahu kalau ada anggaran bencana alam untuk petani.
BACA JUGA:
- Dukung Percepatan Swasembada Pangan, PT GCS Support Terciptanya Smart Farming Minilab
- Petrokimia Gresik Dukung Hilirisasi Sulfur, Punya Banyak Manfaat di Sektor Pertanian
- Luncurkan Program GEMA, Pj Gubernur Jatim Dorong Inovasi Pengembangan Tembakau, Kopi, dan Kakao
- Petrokimia Gresik di Usia 52 Tahun, Dorong Kemajuan Pertanian dan Industri Kimia Berkelanjutan
"Saya tidak tahu kalau ada bantuan bagi petani yang terkena bencana alam," ungkap salah satu petani, Rumani (35), warga Desa/Kecamatan Rejoso, Jum'at (17/4).
Padahal hapir setiap tahun dia mengaku kalau sawahnya selalu terendam banjir. "Sawah saya letaknya di dekat sungai, apabila hujan deras air sungai tak tertampung akibatnya membludak ke sawah saya," terangnya. Kalau ada bantuan buat petani yang terkena bencana lanjut Rumani, dirinya pasti akan menerima apapun bentuk bantuan itu.
Terpisah, Kabid Tanaman Pangan Dipertada Nganjuk, Sri W saat dikonfirmasi hal tersebut membenarkan kalau ada bantuan bagi petani yang terkena bencana. Namun, Sri W menjelaskan bahwa tugas dinas hanya menyampaikan data calon penerima dan calon lokasi (CPCL). Sedangkan realisasinya tergantung klasifikasi dari dinas provinsi.
"Selama ini Kabupaten Nganjuk belum pernah menerima bantuan petani yang terkena bencana," jelasnya. Diketahui APBD tahun 2014 Propinsi Jatim, ada alokasi anggaran Rp 3 miliar untuk benih petani terkena bencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




