Trauma dengan Aksi Sadis Bunuh Keluarga, Warga Pojok Tolak Kepulangan Rianto

Trauma dengan Aksi Sadis Bunuh Keluarga, Warga Pojok Tolak Kepulangan Rianto Aksi Warga Dusun Bangun Mulyo yang menolak kepulangan Rianto. Foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE.com

"Kami warga trauma berat atas pembunuhan sadis yang dilakukan oleh Rianto. Bahkan ada suara sedikit saja di hati langsung merinding. Kami, warga tidak setuju jika Rianto akan dipulangkan. Harusnya Rianto dihukum yang seberat-beratnya," kata warga Lingkungan Bangun Mulyo ini.

Sementara Ketua RT 41, Nurhkolis, menegaskan seluruh warga sepakat menolak jika Rianto dipulangkan. Bahkan warga sudah menggalang tanda penolakan dan diserahkan kepada kepala desa.

"Jadi seluruh warga Bangun Mulyo sepakat dan menolak, jika Rianto akan dipulangkan ke rumahnya di sini. Akibat trauma, warga di sini aja sampai dengar suara kodok aja takut. Kami dan seluruh warga juga sudah membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk penolakan terhadap kepulangan Rianto," jelas Nurkholis. 

Sedangkan Kepala Desa Pojok, Darwanto, mengatakan pihaknya menampung dan mendukung aksi dari warga. Ia menyadari rasa trauma warga Lingkungan Bangun Mulyo.

"Namun kami mengimbau agar aksi dari warga dilakukan secara santun dan tetap menjaga situasi dan kondisi lingkungan agar tetap aman dan kondusif," terang Darwanto. 

Seperti diketahui, aksi kebrutalan Rianto terjadi pada Senin (7/3/2022) yang lalu. Ia mengamuk secara membabibuta hingga menyebabkan 3 nyawa melayang dan 7 warga sekarat. (uji/ns)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO