Plt Kepala Disperindag Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, didampingi Kapolres Kediri, AKBP Agung Setyo Nugroho, saat sidak minyak goreng di Pasar Pamenang Pare. Foto: Ist
"Nanti akan kami evaluasi kembali agar pendistribusian merata dan harga juga sama," ucap Agung.
Sementara itu, salah satu pedagang minyak goreng curah di Pasar Pamenang Pare, Guntoro (56), mengaku selama beberapa pasokan dari distributor mengalami keterlambatan pada Minggu ini. Ia belum tahu alasan pastinya, dan mendapatkan informasi kalau stok di distributor juga kosong.
"Dua hari pesan, hari ini baru dikirim, beberapa hari ini memang ada keterlambatan," kata Guntoro.
Sekali pasok, tokonya bisa menerima sekitar 30 drim total 5,4 ton minyak goreng curah dan menjualnya dengan harga berkisar Rp21.500,00.-22 ribu.
Terkait aturan baru dari Pemerintah melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 11 Tahun 2022 yang menetapkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng curah di tingkat masyarakat sebesar Rp14 ribu per liter atau Rp15.500,00 per kilogram, ia menampik jika mendapat untung lebih dari penjualan sekarang. Menurut dia harga minyak yang dijual tak beda jauh dari patokan harga di tingkat distributor.
"Kalau ada yang beli silahkan gak kami batasi. Harapannya, ke depan agar minyak kembali normal dan harga kembali menurun," ucap Guntoro. (uji/mar).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




