Serukan Bunuh Putin untuk Akhiri Perang, Senator AS Dikecam sesama Senator Amerika

Serukan Bunuh Putin untuk Akhiri Perang, Senator AS Dikecam sesama Senator Amerika Senator AS Lindsey Graham menuai kecaman setelah menyerukan pembunuhan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk akhiri perang di Ukraina. Foto: REUTERS/Sindonews.com

Omar khawatir seruan berbahaya itu bisa memantik Perang Dunia III.

“Saya benar-benar berharap anggota Kongres kami akan mendinginkannya dan mengatur pernyataan mereka saat pemerintah bekerja untuk menghindari Perang Dunia III," lanjut Omar. "Ketika dunia memperhatikan bagaimana AS dan para pemimpinnya merespons, pernyataan Lindsey, dan pernyataan yang dibuat oleh beberapa anggota Parlemen, tidak membantu." "Sementara kita semua berdoa untuk perdamaian dan untuk rakyat Ukraina, ini tidak bertanggung jawab, berbahaya," tulis anggota Parlemen, Marjorie Taylor Greene di Twitter.

"Kita membutuhkan pemimpin dengan pikiran yang tenang dan kebijaksanaan yang mantap. Bukan politikus penghasut perang yang haus darah yang mencoba mencuit keras dengan menuntut pembunuhan. Amerika tidak menginginkan perang," lanjut dia, yang dikutip dari akun Twitter-nya, @RepMTG, Sabtu (5/3/2022).

Gedung Putih juga menjauhkan diri dari pernyataan Graham. Juru bicaranya, Jen Psaki, mengatakan pada hari Jumat; “Itu bukan posisi pemerintah Amerika Serikat dan tentu saja bukan pernyataan yang akan Anda dengar dari mulut siapa pun yang bekerja di pemerintahan ini.” "Kami tidak menganjurkan untuk membunuh pemimpin negara asing atau perubahan rezim. Itu bukan kebijakan Amerika Serikat," kata Psaki.

Seruan terbuka untuk pembunuhan Presiden memicu kemarahan di Moskow. Kedutaan Besar di AS mengecam keras pernyataan Graham. Ia juga menuntut Washington meminta pertanggungjawaban pejabat tersebut atas pernyataannya.

“Sulit dipercaya bahwa seorang senator dari negara yang mengajarkan nilai-nilai moralnya sebagai 'cahaya penuntun' bagi seluruh umat manusia dapat membiarkan dirinya menyerukan terorisme sebagai sarana untuk mencapai tujuan Washington di panggung internasional,” kata Duta Besar di AS, Anatoly Antonov.

"Graham telah dibuat gila oleh ketegangan yang sedang berlangsung antara Moskow dan Barat," imbuh juru bicara Kremlin Dmitry Peskov."Tidak semua orang bisa tetap berkepala dingin akhir-akhir ini, beberapa [orang] kehilangan akal sehat mereka.”

Sumber: Sindonews.com

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO