Komisi B DPRD Lamongan saat sidak minyak goreng ke Pasar Agrobis Babat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan, Moh Zamroni, membenarkan bahwa sampai saat ini stok minyak goreng dan kedelai di wilayahnya belum stabil. Disperindag Lamongan juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi.
"Belum. Sampai saat ini masih belum stabil. Karena pasokan dari produsen dan distributor masih belum lancar. Sesuai dengan hasil rapat dengan Satgas pangan kemaren. Pemerintah Provinsi dan Pemkab diminta mengawal langsung, dengan melihat ketersedian di seluruh pasar masing-masing untuk dilaporkan ke satgas pangan Provinsi untuk evaluasinya," urai Zamroni.
Ia menegaskan, pihaknya setiap hari melakukan pemantauan di pasar guna mengetahui secara pasti perkembangan di lapangan. Menurut dia, stok yang ada minim dan belum memenuhi kebutuhan para pedagang.
Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Lamongan, Suhartono, menyebut stok kedelai kini masih terkendali dan pasokan yang tidak stabil hanya minyak goreng.
"Kedelai di Lamongan masih normal. Minyak goreng belum stabil, per hari ini stok minyak goreng curah harga Rp18 ribu kosong, minyak goreng kemasan masih ada stok 0,49 ton dengan harga Rp21 ribu," kata Suhartono. (qom/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




