Komisi B DPRD Lamongan saat sidak minyak goreng ke Pasar Agrobis Babat.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - DPRD Kabupaten Lamongan kecewa terhadap pemerintah daerah setempat yang hingga kini belum bersikap dalam mengatasi kelangkaan minyak goreng dan kedelai di pasaran.
"Saya sangat prihatin dengan kondisi masyarakat yang sedang menghadapi ketidakpastian penyelesaian kelangkaan minyak goreng dan kedelai. Apalagi tidak ada upaya dari pemerintah untuk melakukan operasi pasar," kata Sekretaris Komisi B DPRD Lamongan, Anshori, Kamis (24/2).
BACA JUGA:
- Upaya Jaga Ketahanan Pangan, Pemkab Lamongan Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng
- Genjot Produktivitas Padi, Bupati Lamongan Salurkan Combine Harvester
- Lantik 34 Pejabat, Bupati Lamongan Tekankan Profesionalisme dan Integritas
- Viral Isu Dugaan Perselingkuhan Camat Karanggeneng, Ini Kata Sekda Lamongan
Politikus Partai Gerindra itu mengaku kasihan dengan masyarakat yang terus mendapatkan masalah akibat kebijakan pemerintah pusat yang merugikan rakyat, khususnya mereka dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.
"Kondisi tidak pasti ini harus segera diakhiri, jangan sampai rakyat semakin menderita akibat pandemi Covid-19 yang tidak kunjung berakhir, ditambah masalah kelangkaan minyak goreng dan kedelai yang tidak ada penyelesaian," paparnya.
Anshori mendapat keluhan dari masyarakat yang sulit mendapatkan stok minyak goreng. Bahkan, stok tempe dan tahu juga mulai susah didapatkan di pasaran, alias mulai langka.
"Kami menagih janji Pemkab Lamongan yang berjanji akan melakukan operasi pasar. Namun sampai saat ini janji tersebut dilaksanakan. Kami meminta segera dilaksanakan," tuturnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




