Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat melantik 176 kepsek di Mandhapa Agung Ronggosukowati.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bupati Pamekasan, H. Baddrut Tamam melantik 176 kepala sekolah (kepsek) SMP dan SD dalam naungan dinas pendidikan dan kebudayaan (disdikbud) setempat, di Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Senin (24/1/2022).
Saat memberikan sambutan, Bupati Baddrut Tamam memastikan tidak ada jual beli jabatan dalam proses penunjukan menjadi kepala sekolah.
BACA JUGA:
- Pamekasan Economic Fest 2026 Dongkrak UMKM, Bupati Kholilurrahman Tegaskan Kolaborasi Lintas Sektor
- Bangkitkan Pantai Jumiang, Bupati Pamekasan Siapkan Wisata Halal
- Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pemkab Pamekasan dan Medco Energi Tanam 370 Pohon di SGRP
- Mahfud MD dalam Haul Kiai Agung Rabah Pamekasan: Semoga Berkontribusi terhadap Kemajuan Indonesia
"Sejak saya memimpin dan terus kita akan laksanakan adalah pemerintahan bersih. Pemerintahan yang setiap mengangkat atau memindah aparatur sipil negara tidak ada jual beli jabatan," kata bupati yang akrab disapa Mas Tamam ini disambut riuh tepuk tangan para kepsek.
Tokoh muda Nahdlatul Ulama itu langsung bertanya kepada kepsek yang sudah dilantik pada kesempatan tersebut perihal jual beli jabatan tersebut. "Apakah ada yang bayar?," tanya bupati, kepsek pun kompak menjawab tidak ada.
Menurutnya, jabatan seseorang yang ditebus dengan cara membeli akan berdampak buruk terhadap kinerja dan pembangunan Pamekasan di masa yang akan datang. Sementara kepsek mempunyai tanggung jawab besar mendidik anak-anak yang notabene penerus perjuangan bangsa Indonesia.
"Kalau mau menempati posisi tertentu itu berbayar, mau jadi kepala sekolah berbayar, mau pindah dari SMP 1 ke SMP lain berbayar, mesti apabila duduk di posisi itu orang akan berpikir kapan yang mau balik modal," tegasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





