Sedangkan yang mengelola dana tersebut adalah Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep. ”Sistem pencairannya tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, jika tahun sebelumnya ditangani oleh BKPP (Pelayanan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan). Tapi tahun ini melalui Disdik,” ungkapnya.
Lebih lanjut Hefni mengatakan, belum dicairkannya hingga hampir memasuki pertengahan tahun 2015 saat ini, diduga karena dipermainkan oleh salah satu oknum yang tidak bertanggungjawab.
Permainan yang dimaksud salah satunya dengan cara di depositokan dengan maksud untuk diambil hasilnya. ”Ini sudah diluar konteks biasanya, tahun-tahun sebelumnya pencairannya tidak pernah lamban seperti tahun ini. Apa mungkin anggaran itu saat ini sudah hangus atau memang dihanguskan?,” curiganya.
Kendati demikian, meskipun dirinya tidak termasuk penerima, berharap agar pemerintah untuk segera melakukan pencairan. Pasalnya, dana itu sangat ditunggu oleh sejumlah guru penerima.
Sayangnya Kepala Disdik Sumenep A. Shadik masih belum bisa memberikan kejelasan. Sebab, saat BangsaOnline.com bertandang di tempat kerjanya, pihaknya sedang tidak ada. ”Tidak ada mas, tidak tahu kemana,” kata salah satu stafnya.
Demikian pula dengan Kepala Bidang Ketenagaan dan Kepengawasan Disdik Sumenep Hidayat tidak ada ditempat kerjanya. Informasinya sedang menghadiri salah satu acara di Gedung Korpri setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






