Hidayat, S.Ag., M.Si, Ketua Komisi C DPRD Jatim. foto: istimewa
Ia mencontohkan bahwa insentif untuk meningkatkan wajib pajak dapat dilakukan Bapenda dengan mengadakan program pemotongan atau diskon pajak. Bisa pula dengan menyiapkan insentif yang menarik lainnya untuk memantik respons masyarakat supaya berbondong-bondong datang membayar kewajibannya.
"Jadi, kita dorong agar ada insentif masyarakat agar mendorong masyarakat mau membayar pajak kepada pemerintah," paparnya.
Menurut Hidayat, penurunan PAD ini dapat mengganggu program-program yang telah dicanangkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Utamanya terhadap program-program yang menyangkut pembangunan dan bantuan sosial.
"Kalau sampai turun, maka akan menggaggu program-program yang dicanangkan Gubernur Jatim. Terutama program yang menyangkut infrastruktur dan bantuan sosial," ungkap Hidayat
Kepala Bapenda Jatim Abimanyu Poncoatmodjo Iswinarno menyatakan, pihaknya akan mengoptimalkan kembali mobil samsat keliling untuk meningkatkan PAD pada sektor pajak kendaraan bermotor.
"Sudah 2-3 hari ini kita operasionalkan. Jadi untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) lagi," kata Abimanyu.
Menurut dia, dalam beberapa hari ini persentase masyarakat yang membayar pajak sudah mulai lumayan. Namun, Abimanyu enggan menyebut berapa besaran persentase selama beberapa hari Mobil Samsat Keliling beroperasi. Baginya, yang penting saat ini adalah mengoptimalkan berbagai upaya untuk meningkatkan PAD.
"Yang penting kita jalan, kita mengeksplor lagi, mengoperasionalkan lagi kendaraan samsat keliling, kita optimalkan," tandasnya. (mdr/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




