Hamid Nabhan bersama ribuan koleksi Compact Disc (CD) miliknya berikut tanda tangan penyanyi aslinya.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendengarkan musik dari penyanyi idola. Terlebih sekarang ini teknologi sudah sangat berkembang.
Namun sedikit mundur ke beberapa dekade lalu, para penikmat musik diperkenalkan sebuah benda berupa piringan kecil yang dinamakan Compact Disc atau biasa disebut CD.
BACA JUGA:
- Ratusan Seniman Lintas Medium Siap Guncang ARTSUBS 2025 di Balai Pemuda Surabaya
- Rektor dan Warek UTM Luncurkan Buku dan Lagu Berjudul Jadi Orang Baik
- Budayawan Asal Kota Batu Kuak Filosofi Tumpeng, Ternyata Ada 47 Jenis di Tanah Jawa
- DJ Cantik Berjilbab Dikecam, Masukkan Ta'awudz dan Basmalah ke dalam Musik
Kala itu CD sempat mengalahkan popularitas kaset pita yang dianggap kurang praktis saat memainkannya karena harus membolak-baliknya ketika salah satu sisinya telah habis lagunya.
Sementara compact disc begitu ringkas, pun dari segi fisiknya jauh lebih ringan. Namun soal harga, keduanya memang memiliki perbedaan yang lumayan.
Hingga kini banyak orang yang masih menyimpan koleksi CD mereka atau bahkan masih sering memutar lagu-lagu di dalamnya untuk bernostalgia mengenang masa lampau.
Di Surabaya sendiri ada salah satu kolektor CD yang juga merupakan budayawan sekaligus pelukis, yakni Hamid Nabhan.
Kepada BANGSAONLINE.com, ia menceritakan pertama kali mulai membeli CD lalu mengumpulkannya adalah sejak dirinya masih kuliah.
"Ya, meski saat itu di pasaran juga ada kaset pita, tapi menurut saya compact disc jauh lebih praktis. Tinggal play saja tanpa harus membolak-balik seperti kaset pita yang biasanya saya putar melalui radio tape," ujar Hamid saat ditemui di kediamannya, Rabu (18/7/21).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




