Foto: Sulthon/BANGSAONLINE.com
BANGSAONLINE.com – Tumpeng merupakan makanan tradisional Indonesia yang disajikan di atas tampah bambu, dengan nasi yang dibentuk mengerucut dan terdapat lauk dan sayur di bagian sampingnya.
Hingga saat ini, tumpeng masih sering digunakan di berbagai acara seperti syukuran, ulang tahun, kenduri, megengan, hingga acara penting lainnya.
BACA JUGA:
- Lestarikan Budaya Jawa, SMAN 2 Batu Gelar Sarasehan Menguak Filosofi Tumpeng
- Cangkrukan Bareng Budayawan, Ikfina Ajak Pegiat Seni Ikut Andil Lestarikan Budaya Mojokerto
- Ultah Megawati ke-77, DPC PDI Perjuangan Kediri Bagikan Tumpeng ke Warga dan Panti Asuhan
- Potong 4 Tumpeng, KWG Ajak Istri Syukuran HPN ke-77 Tahun 2023
Romo Miswanto, seorang budayawan asal Kota Batu, menjelaskan bahwa istilah tumpeng memiliki makna metune lempeng (keluar lurus atau tegak lurus). Tegak lurus melambangkan tekad kita, niat dan keinginan kuat untuk menyembah kepada Sang Pencipta.
"Itu sebabnya, kata tumpeng juga berasal dari kata tumpak atau pucuk. Harapannya, kita mempersembahkan tumpeng sebagai puncak dari persembahan kita kepada Tuhan," ucap Romo Miswanto, saat menjadi narasumber di acara Sarasehan SMAN 2 Batu.
Filosofi tumpeng sangat lekat dengan perwujudan nilai toleransi antarsesama, keikhlasan, kebesaran jiwa, dan kekaguman atas kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Bentuk tumpeng yang mengerucut dan dikelilingi lauk-pauk serta sayuran menggambarkan simbol ekosistem kehidupan.
“Bentuknya menyerupai menhir (batu tegak lurus zaman prasejarah), juga seperti gunung, dan diperkuat lagi seperti candi. Di sekitarnya ada lauk pauk yang beraneka ragam. Dalam dunia nyata, di sekitar gunung juga ada tumbuh-tumbuhan berbagai jenis. Ini merupakan perwujudan atau lambang alam semesta dengan segala macam isinya,’’ papar Romo Miswanto.
Sementara itu, lanjut Romo Miswanto, bentuk nasi yang mengerucut dan menjulang tinggi melambangkan keagungan Tuhan Sang Maha Pencipta. Aneka lauk-pauk dan sayuran di sekeliling nasi menjadi simbol isi alam.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




