Anak Yatim Korban Penganiayaan di Gresik, Kini Tinggal di Rumah Kos Sempit Bersama Ibu dan Neneknya

Menurut Fatimah, DRS dan MFS sengaja dititipkan ke panti asuhan agar mendapatkan kehidupan dan pendidikan yang layak. Namun, yang didapat malah tindakan kekerasan. Hingga mengalami luka di sekujur badan.

Bahkan, pasca empat hari setelah dijemput dari panti asuhan pada Minggu (1/8/2021) kemarin, kedua bocah yang berumur belasan tahun itu masih merasakan luka memar di kepala, punggung, hingga kaki.

Fatimah terus menangis melihat luka yang diderita cucunya setalah dipecuti pelaku. Ia tak tega melihat kondisi cucunya yang menderita luka dari kaki hingga pelipis kepala. Sejak DRS dan MFS lahir, Fatimah mengaku tak pernah memukul keduanya. "Nyubit saja tak tega," katanya.

Hingga saat ini, lanjut Fatimah, kedua cucunya masih sering mengerang kesakitan saat tidur. Dia mengelus dada melihat perlakuan yang diterima kedua cucunya itu dari Panti Asuhan Al Amin.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: