Banyak Gereja Dijual, Boy Thohir Beli untuk Masjid, Bukan Rivalitas Agama

Banyak Gereja Dijual, Boy Thohir Beli untuk Masjid, Bukan Rivalitas Agama Dahlan Iskan

SURABAYA, BANGSAONLINE.com Banyak sekali gereja dijual di Amerika Serikat (AS). Menurut Dahlan Iskan, di California saja pernah diiklankan 82 gereja yang dijual. Orang modern di AS sudah tak rajin gereja.

Maka banyak gereja beralih fungsi. Bahkan menjadi masjid karena dibeli orang Islam. Dan inilah yang dilakukan Boy Thohir, kakak menteri BUMN Erick Thohir.

Wow... bagaimana ceritanya? Silakan simak tulisan wartawan kondang Dahlan Iskan di Disway, HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com pagi ini, Kamis 8 Juli 2021. Selamat menikmati:

TERNYATA tidak ada motif rivalitas agama ketika ada gereja berubah menjadi masjid. Di Amerika Serikat. Pun yang berubah menjadi wihara.

"Dengan membeli gereja, kami tidak perlu lagi mengurus izin peruntukan bangunan," ujar Dwirana Satyavat, ketua Masjid At Thohir, di Los Angeles, AS.

Di sana tidak dibedakan, izin bangunan untuk masjid, gereja, wihara, atau sinagoge. Kalau dalam izin sudah disebut untuk rumah ibadah keagamaan, tidak perlu menyebut untuk agama apa.

Masjid At Thohir itu –atau calon masjid itu– kini lagi direnovasi. Khususnya bagian dalamnya. Sekalian memanfaatkan waktu libur/tutup selama pandemi Covid.

(Gereja yang dibeli Boy Thohir di AS. Kini jadi masjid)

Bagian luar bangunan lama itu dibiarkan tetap sama. Seperti ciri khas gereja. Hanya tanda salibnya yang ditiadakan. Selebihnya tidak diadakan perubahan apa pun. Gedung itu memang masuk cagar budaya. Dianggap gedung bersejarah. Harus dilestarikan.

(Bagian dalam gereja yang kini jadi masjid At Thohir)

Gereja itu dibangun pada 1920. Milik masyarakat Amerika keturunan Samoa. Komunitas imigran Samoa banyak meninggalkan wilayah tersebut. Imigran baru datang lebih banyak. Terutama dari Asia. Lalu, gereja itu kosong. Lama sekali. Dijual. Lama juga tidak ada yang membeli.

Tiga tahun lalu, masyarakat Islam Los Angeles ingin membelinya. Mereka berasal dari Indonesia. Mereka menerima bantuan dari pengusaha Indonesia yang dulu kuliah di Los Angeles: Boy Thohir. Ia memperoleh gelar MBA dari Northrop University. Sepulang dari Amerika, Boy menjadi bos besar grup Adaro. PT Adaro adalah produsen batu bara terbesar ke-4 di dunia. Kakak Menteri BUMN Erick Thohir.

Karena itu, masjid baru tersebut diberi nama At Thohir. Artinya: suci. Boy Thohir juga yang membantu biaya pelaksanaan renovasi bagian dalamnya.

"Kalau dalamnya boleh diubah total," ujar Avat, nama panggilan Dwirana Satyavat.

Meski sering ke Los Angeles, saya tidak tahu semua itu. Saya baru tahu pekan lalu. Tidak sengaja. Saya lagi menelepon Boy Thohir. Tidak diangkat. Lalu, saya WA. Tidak segera dijawab. Tumben.

Ternyata ia lagi di Los Angeles. Saat saya telepon itu, ternyata sedang tengah malam di sana. "Ini lagi lihat pembangunan masjid," kata Boy Thohir sembilan jam kemudian.

"Masjid apa?" tanya saya.

"Sejak saya kuliah di sini kan kita tidak punya masjid. Kasihan orang-orang Indonesia di Los Angeles," katanya.

Luas tanah yang dibeli itu 8.346 m2. Ada dua bangunan di situ: gereja dan bangunan rumah dua lantai. Sudah lama sekali kosong.

Lokasi masjid itu, tepatnya, di Korean Town, sekitar 2 km dari Konsulat RI di Los Angeles.

Simak berita selengkapnya ...