Kamis, 29 Juli 2021 14:59

Puncak Hari Lahan Basah Sedunia, Mangrove Ujungpangkah Ditetapkan Jadi Kawasan Ekosistem Esensial

Kamis, 03 Juni 2021 19:48 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Puncak Hari Lahan Basah Sedunia, Mangrove Ujungpangkah Ditetapkan Jadi Kawasan Ekosistem Esensial
Bupati Gus Yani (kiri) bersama Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial Kementerian LH Asep Sugiharta dalam penobatan KEE Mangrove Ujungpangkah. (foto: SYUHUD/BANGSAONLINE)

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Kawasan Mangrove Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik dinobatkan sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) dalam acara talkshow di Hotel Aston Inn Gresik, Kamis (3/6/2021).

Hadir sebagai narasumber yakni Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani), Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial (BPEE) Kementerian LH Asep Sugiharta, dan dari PGN Saka, Subali. Sedangkan narasumber lain yang hadir melalui daring yaitu Dirjen Konversi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. Kegiatan ini juga diikuti oleh ratusan peserta se-Indonesia via daring.

Direktur BPEE Asep Sugiharta menyatakan, dengan ditetapkannya Kawasan Mangrove Ujungpangkah oleh pemerintah pusat menjadi Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) pada puncak Hari Lahan Basah Sedunia, kawasan ini bukan hanya kawasan yang dikenal di tingkat lokal dan regional, tapi akan dikenal di kawasan nasional bahkan Internasional.

"KEE Mangrove Ujungpangkah adalah KEE pertama yang ada di luar hutan konservasi. KEE Mangrove ini akan diakui dunia tentunya akan menjadi kebanggaan masyarakat Gresik, Jawa Timur, dan Indonesia. Saya berharap agar masyarakat sekitar akan lebih cinta dan peduli lingkungan," katanya.

BACA JUGA : 

Gandeng Bupati Gus Yani dan Wabup Bu Min, KWG Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Covid-19

Kapolda Jatim dan Pangdam Cek PPKM Level IV di Gresik

AKD dan Forkopimcam Manyar Door to Door ke Perusahaan Cari Tabung Untuk Bantu Warga Terpapar Covid

Percepat Herd Immunity, Bupati Gus Yani Latih 140 Nakes Hingga Siapkan Tempat Wisata untuk Vaksinasi

Menurut dia, KEE Mangrove Ujungpangkah ditetapkan sebagai Situs Ramsar yaitu situs lahan basah yang dirancang untuk kepentingan internasional di bawah Konvensi Ramsar. Konvensi Lahan Basah yang dikenal sebagai Konvensi Ramsar adalah perjanjian lingkungan antarpemerintah oleh UNESCO pada 1971 dan mulai berlaku pada tahun 1975.

Konvensi ini, lanjutnya, memberikan aksi nasional dan kerja sama internasional mengenai konservasi lahan basah dan pemanfaatan berkelanjutan sumber dayanya. Ramsar mengidentifikasi lahan basah yang penting secara internasional, terutama yang menyediakan habitat unggas air.

"Keistimewaan Kawasan Mangrove Ujungpangkah yaitu menjadi kepentingan internasional karena pada setiap bulan Juni dan Juli menjadi area migrasi dan menjadi habitat burung pelikan asal Australia," terangnya.

Sementara itu, Bupati Gresik menyampaikan terima kasih atas terpilihnya Kabupaten Gresik menjadi tempat terselenggaranya Hari Lahan Basah Sedunia.

"Saya juga berterima kasih atas penobatan Kawasan Mangrove Ujungpangkah menjadi Kawasan Ekosistem Esensial. Semoga dengan penobatan ini bisa menjadikan masyarakat Ujungpangkah dan sekitarnya sejahtera. Kami akan siap menjaga kelestarian lingkungan wilayah Mangrove Ujungpangkah agar tetap lestari," pungkasnya. (hud/zar)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...