Sabtu, 19 Juni 2021 18:37

Program Insentif Rp200 Ribu untuk Keluarga Sehat Tuai Pertanyaan Wakil Ketua DPRD Trenggalek

Selasa, 11 Mei 2021 22:26 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Herman Subagyo
Program Insentif Rp200 Ribu untuk Keluarga Sehat Tuai Pertanyaan Wakil Ketua DPRD Trenggalek
Agus Cahyono, Wakil Ketua DPRD Trenggalek. foto: HERMAN/ BANGSAONLINE

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Program insentif Rp 200 ribu tiap bulan untuk keluarga sehat pra-sejahtera yang dicanangkan Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin menuai tanggapan dari Wakil Ketua DPRD Agus Cahyono.

Kepada wartawan BANGSAONLINE.com, Agus mempertanyakan indikator keluarga sehat yang ditetapkan Pemkab Trenggalek. Salah satunya, terkait keluarga yang tidak sakit paru dan hipertensi.

"Bagaimana dengan validitas pendataan? Kemudian berapa pagu anggaran per tahun? Karena ini program baru dan user masih sulit diprediksi," ujar politikus PKS ini melalui WhatsApp, Selasa (11/5).

Agus juga mempertanyakan sumber anggaran yang digunakan untuk program ini. "Apakah dari refocusing atau sudah sesuai dengan regulasi yang ada?," cetusnya.

BACA JUGA : 

Trenggalek Raih Penghargaan dari Perpustakaan Nasional

Tanpa Agunan, 228 Petani Porang di Trenggalek Terima Modal Rp 5,7 Miliar dari BNI

Teken MoU, Pemkab dan Kejari Trenggalek Jalin Kerja Sama di Bidang Hukum Perdata dan TUN

Sukseskan Program Jatim Bebas Pasung, Pemkab Trenggalek Bebaskan 12 ODGJ dari Pasungan

"Apakah program ini termasuk skala prioritas Trenggalek Meroket, mengingat APBD Trenggalek tidak besar. Sampai kapan program ini akan berjalan? Apakah sampai pilkada depan?," tambahnya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek Saeroni angkat bicara. Ia menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Agus Cahyono. Pertama soal keluarga yang menderita sakit paru dan hipertensi.

"Itu tidak harus punya (penyakit sakit paru dan hipertensi) itu, yang jelas indikatornya ada 12," kata Saeroni usai melakukan rapat kerja di Gedung Smart Center Pendopo Trenggalek.

Ia mencontohkan indikator keluarga harus mengikuti pelayanan KB. Menurutnya, apabila dalam satu keluarga pra-sejahtera tidak ada pasangan usia subur, maka indikator tersebut tidak berlaku. "Jadi yang diukur yang lainnya. Yang dicek itu, yang ada di situ apa. Jadi, bila dalam satu keluarga pra-sejahtera tidak ada yang berpenyakit paru atau hipertensi, pertanyaan itu bisa dilewati," jelasnya.

Menanggapi soal validitas pendataan, Saeroni menyampaikan bahwa pendataan bagi keluarga sehat pra-sejahtera telah dilakukan oleh dinkes sejak tahun 2017.

Sementara soal anggaran, ia menjelaskan berasal dari APBD induk senilai Rp 1,2 miliar. "Ini memang sudah diprogramkan sejak tahun 2020 sebelum adanya refocusing," ungkapnya.

Lebih lanjut, Saeroni mengatakan bahwa regulasi dari program tersebut mengacu pada Perbup Nomor 56 Tahun 2020. Kata dia, program ini masuk dalam program skala prioritas Trenggalek Meroket yang diusung Bupati Arifin selama ini.

Saeroni menambahkan, bahwa program ini tidak harus selesai hingga pilkada mendatang. Sebab, tiap tahun akan dilakukan evaluasi untuk mengukur efektivitas program. "Kalau ini saya bicaranya program ini berhasil atau tidak, nanti tergantung evaluasinya seperti apa nanti," pungkasnya. (man/ian)

Gelar Pertemuan, Anggota Poktan Sumber Rejeki Lengserkan Sumadi dari Jabatan Ketua
Sabtu, 19 Juni 2021 00:20 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Ketua Gapoktan Sumber Rejeki, Sumadi, dilengserkan dari jabatannya oleh puluhan anggota, Kamis kemarin. Ini setelah puluhan anggota Gapoktan Sumber Rejeki mendatangi rumah Sumadi, yang juga menjabat kepala Dusun, untu...
Sabtu, 19 Juni 2021 18:17 WIB
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Dalam kondisi pandemi, Pemerintah Kabupaten Jember tetap berupaya menggeliatkan sektor pariwisata meski dengan menerapkan prosedur pencegahan Covid-19 yang ketat.Salah satunya, dengan menggelar Jelajah Wisata and Funcamp 20...
Sabtu, 19 Juni 2021 07:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Abraham Lincoln menjadi tonggak sejarah bagi penghapusan perbudakan di Amerika Serikat (AS). Salah satu legacy Lincoln adalah UU anti diskriminasi.Kini terhapusnya perbudakan itu dijadikan hari kemerdekaan. Terut...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 19 Juni 2021 15:30 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...