Bupati Trenggalek saat hendak melarung kepala kerbau di Dam Bagong.
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Pemkab Trenggalek bersama warga kembali menggelar upacara adat Nyadran Dam Bagong yang dipusatkan di area makam Ki Ageng Menak Sopal, Kelurahan Ngantru, pada Jumat Kliwon (8/5/2026).
Prosesi diawali dengan penyembelihan kerbau dan pagelaran wayang kulit pada malam sebelumnya. Pada pagi harinya, upacara dilanjutkan dengan membawa kepala kerbau untuk dilarung di Sungai Bagong.
Bupati Trenggalek, Moch. Nur Arifin, hadir langsung dalam prosesi tersebut dan terlebih dahulu melakukan ziarah ke makam Ki Ageng Menak Sopal. Setelah itu, ia melempar kepala dan kaki kerbau ke sungai sebagai bagian dari tradisi.
“Alhamdulillah acara ini bisa digelar dengan lancar, semoga rezekinya para petani semakin berlimpah,” ujarnya usai prosesi larung.
Ia berharap, aliran air Sungai Bagong dapat terus mengairi sawah di sekitar Kelurahan Ngantru dan sekitarnya.
Nyadran Dam Bagong merupakan warisan budaya tak benda yang telah dijalankan secara turun-temurun oleh masyarakat Trenggalek, khususnya warga Ngantru. (man/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




