Selasa, 15 Juni 2021 03:57

Maksimalkan Serapan Gabah, Bupati Ngawi Lakukan MoU dengan Gubernur DKI

Minggu, 25 April 2021 20:38 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Zainal Abidin
Maksimalkan Serapan Gabah, Bupati Ngawi Lakukan MoU dengan Gubernur DKI
Penandatanganan MoU antara Pemkab Ngawi dengan Pemprov DKI Jakarta disaksikan Gubernur Jatim.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani padi di Ngawi, agar seiring dengan produksi beras yang selama ini surplus, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono melakukan kerja sama dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ahad (25/4).

"Kita memastikan bahwa kondisi surplus beras di Ngawi juga berbanding lurus dengan kesejahteraan petani Ngawi," jelas Ony Anwar Harsono, Bupati Ngawi.

Penandatanganan MoU ini disaksikan secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Selama ini, stok beras di Provinsi DKI sebagian besar memang dipasok oleh supplier dari Ngawi. Sehingga salah satu poin dalam MoU tersebut, bahwa kedua belah pihak sepakat menjamin kestabilan harga pangan dengan dasar keadilan. Praktiknya, pembeli telah mendapatkan kepastian harga dari petani Ngawi.

BACA JUGA : 

Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19 di Jatim, Forkopimda Gelar Rapat Koordinasi bersama BNPB

Ajak Pakai Sepeda ke Tempat Kerja, Gubernur Anies: Tak Perlu Sepeda Khusus dan Sepatu Khusus

Bersama Gubernur Khofifah dan Habib Syech, Wali Kota Pasuruan Gelar Doa dan Salawat untuk Palestina

Pemuda Muhammadiyah: Jangan Terseret Isu Buzzer Jatuhkan Krediblitas Gubernur Khofifah

"Bagaimana kegiatan yang berkeadilan? Ya dengan kita mencari partner untuk serapan gabah yang sama-sama punya visi berkeadilan," urai Bupati Ngawi.

Meskipun telah kerja sama dengan pemerintah DKI sebagai pembeli terbesar, Bupati Ony menambahkan, bahwa Pemkab Ngawi juga tidak menutup kerja sama dengan daerah lain.

"Dengan adanya bentuk kerja sama yang saling menguntungkan tersebut, merupakan jaminan bahwa produksi pangan dari wilayah Ngawi terbeli. Dari pihak petani tidak akan mengkhawatirkan apabila hasil panennya tidak terjual atau terjual dengan harga rendah. Jadi seperti ada sistem resi gudang, di mana gabah petani pasti dibeli dengan harga yang stabil," pungkasnya. (nal/ian)

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Senin, 14 Juni 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Membentak dan memarahi ternyata tak selalu jelek. Kadang justru bisa mengubah sejarah. Atau mencipta sejarah.Inilah yang terjadi antara Chairul Saleh dan Mochtar Kusumaatmadja. Saat perjuangan kemerdekaan RI. Ta...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...