Rabu, 23 Juni 2021 15:46

Sejumlah Kades Resah, Diintimidasi, Dimintai Uang; PWI Sayangkan Dugaan Wartawan sebagai Pelaku

Jumat, 23 April 2021 11:29 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Muji Harjita
Sejumlah Kades Resah, Diintimidasi, Dimintai Uang; PWI Sayangkan Dugaan Wartawan sebagai Pelaku
Dari kiri - Kades Kayen Kidul Bambang Agus Pranoto, Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Kediri Imam Jamiin, dan Kades Mangunrejo Sutrisno. (foto: ist.)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Sejumlah Kepala Desa di Kabupaten Kediri resah akibat adanya intimidasi yang diduga dilakukan oknum wartawan dan oknum anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) serta oknum ormas. Hal ini disayangkan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Kediri.

"Sebelumnya kami memang sudah mendengar adanya informasi terkait keresahan sejumlah Kepala Desa di Kabupaten Kediri, yang katanya dilakukan oleh orang yang mengaku wartawan dan LSM itu," kata Ketua PWI Kediri Bambang Iswahyoedhi, Jumat (23/4).

PWI Kediri, kata Bambang, berencana melakukan edukasi kepada lembaga dan masyarakat mengenai tupoksi dari wartawan, utamanya wartawan yang tergabung dalam PWI Kediri.

Bambang Iswahyoedhi menjelaskan, bahwa wartawan tunduk dan patuh kepada Undang-Undang Pers No 40 tahun 1999. Apalagi, wartawan ini punya kode etik yang ketat dalam menggali informasi dan data serta menyajikan berita kepada masyarakat.

BACA JUGA : 

FGD PWI Kediri Bahas Pengelolaan Bisnis Media di Tengah Pergeseran Teknologi Komunikasi

Gandeng IAIN Kediri, PWI Bakal Gelar FGD Bisnis Media

PWI Kediri Kecam Aksi Penembakan Terhadap Wartawan di Sumut

Gelar Raker Pertama di Tengah Pandemi, PWI Kediri Diapresiasi Wali Kota Kediri dan PWI Jatim

"Jadi, jika ada oknum wartawan yang mengintimidasi, tentu hal itu sangat tidak dibenarkan. Itu bisa masuk dalam ranah hukum pidana," terang Bambang.

Menurut Bambang, ciri-ciri wartawan yang benar bisa dikenali dari perusahaan persnya. "Nanti bisa dilihat dari perusahaan persnya itu, apakah sudah terverifikasi ke dewan pers atau belum," pungkas Bambang.

Sebelumnya, Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Kediri, Imam Jamiin mengaku mendapat laporan dari sejumlah kades mengenai adanya intimidasi dan pemerasan oleh oknum LSM dan oknum yang mengaku wartawan.

"Saya dapat laporan dari teman-teman kades, kalau ada oknum wartawan dan oknum LSM gadungan yang datang ke kantor desa. Kalau awalnya dia bilang datang ke desa untuk cari berita, seputar pembangunan di desa. Kemudian oknum LSM dan oknum yg mengaku wartawan ini bertindak seperti penyidik dengan melakukan kegiatan penyelidikan pembangunan desa," ujarnya, Kamis (22/4).

Menurut Imam Jamiin, oknum wartawan dan oknum LSM gadungan ini juga meminta sejumlah uang ke kades. "Kalau tidak dikasih uang, mereka akan marah-marah ke kades," kata Kades Kalirong, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri ini.

Sementara Abdul Khamid, Sekretaris Paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Kediri mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait seperti DPMPD, PWI, dan lembaga lain menyikapi keluhan sejumlah Kades. Bahkan, pihaknya juga sudah menyiapkan tim hukum agar desa tetap semangat dalam melaksakan kegiatan sehari-hari.

Ia mengklaim, bahwa selama ini pemeritah desa selalu mengedepankan asas aspiratif, transparan, dan akuntabel dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan desa. Selain itu, pemdes juga selalu berpijak pada juklak dan juknis serta regulasi yang ada dalam pelaksanaan kegiatan.

"Dalam tata kelola keuangan, di pemerintahan mengenal istilah PAK, jika ada realokasi maupun refocusing anggaran ketika desa melaksanakan yang diamanatkan oleh aturan yang ada di atasnya dan harus dilaksanakan oleh desa," terangnya.

Ia mencotohkan adanya kebijakan realokasi dan refocusing untuk penanganan wabah Covid-19, di mana desa diwajibkan untuk pengadaan masker untuk warga. Padahal sebelumnya anggaran untuk itu tidak ada di APBDes.

"Tetapi karena amanat peraturan akhirnya anggaran direalokasikan untuk pembelian masker," imbuh Abdul Khamid, yang juga Kepala Desa Kwadungan Kecamatan Ngasem. (uji/ns)

Pasuruan Zona Merah, Vaksinasi Digencarkan
Selasa, 22 Juni 2021 23:42 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Polres Pasuruan Menggelar Vaksinasi Massal Selasa Siang Tadi(22/06/2021). Vaksinasi Ini Dilakukan Di Alam Terbuka, Tepatnya Di Wilayah Prigen, Kabupaten Pasuruan. Warga Terlihat Antusias Mengantre Untuk Mengikuti Vaksi...
Sabtu, 19 Juni 2021 18:17 WIB
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Dalam kondisi pandemi, Pemerintah Kabupaten Jember tetap berupaya menggeliatkan sektor pariwisata meski dengan menerapkan prosedur pencegahan Covid-19 yang ketat.Salah satunya, dengan menggelar Jelajah Wisata and Funcamp 20...
Rabu, 23 Juni 2021 06:20 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Perang Diponegero melawan penjajah Belanda menimbulkan korban luar biasa. Ribuan penjajah Belanda tewas. Begitu juga para pejuang Indonesia. Bahkan Belanda sempat kewalahan.Perang Diponegoro pecah karena penjajah Beland...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 19 Juni 2021 15:30 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...