Kamis, 24 Juni 2021 19:53

Geliat Wisata Gunung Kelud, Tukang Ojek yang Selama Setahun Nganggur Kini Bisa Tersenyum Kembali

Sabtu, 10 April 2021 22:45 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Geliat Wisata Gunung Kelud, Tukang Ojek yang Selama Setahun Nganggur Kini Bisa Tersenyum Kembali
Pengunjung yang mengaku dari Jakarta saat ber-selfie di kawah Gunung Kelud. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Bagio (50), warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, kini boleh tersenyum bahagia. Ia bersama 175 orang kawannya sesama tukang ojek di kawasan Wisata Gunung Kelud, mulai hari Sabtu (10/4) ini, bisa mengangkut pengunjung lagi, setelah setahun puasa alias nganggur karena penutupan wisata akibat pandemi Covid-19.

Memang, untuk pengunjung yang ingin ke kawah Gunung Kelud, harus memarkir kendaraannya di tempat parkir yang telah disediakan. Agar bisa sampai ke kawah yang jaraknya sekitar 4 km dari tempat parkir, pengunjung harus menggunakan jasa ojek dengan biaya Rp. 50.000,- untuk pulang pergi.

Bagio adalah Pengurus Paguyuban Ojek Satrio Kelud, yang membawahi 175 orang anggota. Selama pandemi Covid-19 ini, mereka nganggur karena kawasan Wisata Gunung Kelud ditutup total dari pengunjung.

"Selama tidak ada pekerjaan ngojek, beberapa dari kami ada yang jadi petani, ada yang menjadi kuli. Itu pun tidak semua pengojek yang bisa bekerja karena terbatasnya lapangan pekerjaan," kata Bagio, saat ditemui di sela-sela melayani pengunjung yang akan menggunakan jasanya untuk naik ke kawah, Sabtu (10/4).

BACA JUGA : 

Diduga Depresi Karena Lama Menjomblo, Pria di Kediri Nekat Gantung Diri

Bantu Pemerintah, Pemohon SIM di Polres Kediri Divaksin Covid-19

Tanaman Padi ​Diduga Terserang Wereng Cokelat, Petani di Kediri Merugi

Pesepeda Asal Blitar Meninggal Saat Makan Nasi Pecel di Wates Kediri

Menurut Bagio, dengan membayar Rp 50 ribu itu, pengunjung akan diantar sampai ke bibir kawah. Pengunjung yang menyewa ojek akan ditunggu sampai pengunjung puas menikmati keindahan alam di kawah Gunung Kelud.

Kebahagiaan tidak hanya milik tukang ojek saja. Para pedagang makanan dan minuman juga tampak senang dengan dibukanya Wisata Gunung Kelud ini, meski masih dalam masa uji coba. Sama dengan para tukang ojek, para pedagang ini juga sudah setahun lebih harus 'nganggur' seiring dengan ditutupnya Wisata Gunung Kelud.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri Ir. Adi Suwignyo mengatakan, bahwa uji coba dibukanya Wisata Gunung Kelud ini atas perintah Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Sebelumnya dibuka, bupati sudah mengecek sendiri ke Gunung Kelud.

"Kami datang ke Gunung Kelud ini didampingi oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri untuk memastikan bahwa semua yang terlibat di kawasan Wisata Gunung Kelud ini sudah menjalankan protokol kesehatan," kata Adi Suwignyo didampingi oleh Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri, Slamet Turmudi.

Menurut Adi, uji coba ini nantinya akan dievaluasi terus menerus sampai waktu yang belum ditentukan. Selain Gunung Kelud, uji coba juga diberlakukan untuk kawasan Wisata Air Terjun Besuki di Kecamatan Mojo dan kawasan Wisata Sumber Podang di Kecamatan Semen.

"Sementara baru tiga tempat wisata alam itu yang diuji coba dibuka. Untuk yang lain masih dalam pengkajian oleh Tim dan Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri," pungkas Adi Suwignyo. (uji/rev)

Pasuruan Zona Merah, Vaksinasi Digencarkan
Selasa, 22 Juni 2021 23:42 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Polres Pasuruan Menggelar Vaksinasi Massal Selasa Siang Tadi(22/06/2021). Vaksinasi Ini Dilakukan Di Alam Terbuka, Tepatnya Di Wilayah Prigen, Kabupaten Pasuruan. Warga Terlihat Antusias Mengantre Untuk Mengikuti Vaksi...
Sabtu, 19 Juni 2021 18:17 WIB
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Dalam kondisi pandemi, Pemerintah Kabupaten Jember tetap berupaya menggeliatkan sektor pariwisata meski dengan menerapkan prosedur pencegahan Covid-19 yang ketat.Salah satunya, dengan menggelar Jelajah Wisata and Funcamp 20...
Kamis, 24 Juni 2021 07:56 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sejak Covid-19 melonjak lagi secara drastis, penanganan Covid-19 tampak kewalahan. Vaksinasi belum maksimal. Alternatif lain belum mendapat izin. Bahkan konvalesen kini jadi barang langka.Benarkah? Silakan simak tuli...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 19 Juni 2021 15:30 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...