Gedung Pusat Kuliner dan Futsal Simpang Lima yang sempat bergoyang-goyang akibat gempa. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Gempa bumi yang terjadi pada Sabtu (10/4) sekira pukul 14.00 WIB, juga dirasakan oleh warga Kediri. Meski hanya berlangsung sekitar 3 detik, namun sudah membuat panik warga.
Beberapa orang yang sedang rapat di Markas Kuliner Simpang Lima Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem merasakan kursinya bergoyang-goyang. Begitu juga lampu di tempat tersebut.
BACA JUGA:
- Ini 4 Keputusan Stragetis Hasil Munas-Konbes NU 2026: Aturan Tambang hingga Wacana Hak Digital Baru
- PDIP Kabupaten Kediri Gelar Baksos di CFD SLG, Ratusan Warga Manfaatkan Layanan Gratis
- Didampingi Walkot Vinanda, Menteri PPPA Apresiasi KWT Flamboyan Kota Kediri
- Haul Bung Karno, PDIP Kabupaten Kediri Ajak Gen Z dan Ojol Teladani Semangat Perjuangan
Hal yang sama dirasakan sejumlah warga yang sedang olah raga futsal di kompleks yang sama. Sontak peserta rapat dan warga yang sedang futsal pun langsung semburat lari.
Setelah dipastikan goyangan tidak ada, mereka kembali masuk dan melanjutkan aktivitasnya lagi. Yang rapat melanjutkan rapat, dan yang lagi futsal juga kembali main futsal lagi.
"Tadi pas terjadi gempa, kami sedang rapat di dalam. Begitu merasakan goyangan dan melihat lampu bergoyang-goyang, secara spontan kami lari keluar ruangan," kata Wahyuni, salah satu peserta rapat.
Seperti diketahui, gempa bumi bermagnitudo 6,7 mengguncang daerah Malang dan sekitarnya pada Sabtu (10/4/2021) pukul 14.00 WIB.
Menurut keterangan resmi BMKG, pusat gempa berada di 8,95 LS dan 112,48 BT (90 km Barat Daya Kabupaten Malang, Jatim) dengan kedalaman 25 km. Gempa ini tidak berpotensi tsunami. (uji/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




