KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com – Semangat perjuangan dan keteladanan para masyayikh (guru/ulama) harus tetap hidup di hati generasi penerus. Pesan kuat ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin, saat menghadiri Haul Akbar Ploso 2026 di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Selasa malam (23/6/2026).
Bagi Gus Qowim, sapaan akrabnya, momentum tahunan ini bukan sekadar ritual kirim doa, melainkan ruang refleksi untuk mengenang kontribusi besar para sesepuh pesantren dalam dunia pendidikan Islam dan kemaslahatan umat.
Haul Akbar Ploso 2026 kali ini memperingati wafatnya para tokoh besar pendiri dan pengasuh pesantren, antara lain KH Ahmad Djazuli Utsman (Haul ke-52), Nyai Hj Rodliyah Djazuli (Haul ke-31), KH Ahmad Zainuddin Djazuli (Haul ke-5), KH Hamim Djazuli / Gus Miek (Haul ke-34), KH Fu'ad Mun'im Djazuli (Haul ke-6), KH Munif Djazuli (Haul ke-15), dan KH Mahfudz Siroj (Haul ke-18).
Dihadiri oleh ribuan ulama, tokoh masyarakat, santri, hingga alumni dari berbagai penjuru daerah, acara ini sukses menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkokoh sinergi keagamaan dan kebangsaan.
Gus Qowim menegaskan bahwa ilmu, keteladanan, dan nilai-nilai luhur yang ditinggalkan para masyayikh merupakan warisan tak ternilai yang wajib dijaga. Menurutnya, cara terbaik menghormati warisan tersebut adalah dengan memperkuat lini pendidikan, menjaga persatuan, dan konsisten mengabdi kepada masyarakat.
"Semoga perjuangan para masyayikh bisa menjadi teladan bagi kita semua dalam membangun umat yang berilmu, berakhlak, dan membawa kemaslahatan bagi bangsa dan negara," harap Gus Qowim.
Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi peran strategis Ponpes Al Falah Ploso yang baru-baru ini sukses menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU).
Menurut Gus Qowim, hal ini membuktikan bahwa pesantren beserta para dzuriyah (keturunan pendiri) selalu berada di garda terdepan dalam memberikan kontribusi nyata bagi bangsa, terutama dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
Acara yang berlangsung khidmat ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso KH Nurul Huda Djazuli beserta keluarga besar, ribuan santri, alumni, serta tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat. (uji/rev)










