Jumat, 30 Juli 2021 15:23

Operasi Pekat Semeru 2021, Polresta Banyuwangi Berhasil Tangkap Ratusan Tersangka

Kamis, 08 April 2021 20:18 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Teguh Prayitno
Operasi Pekat Semeru 2021, Polresta Banyuwangi Berhasil Tangkap Ratusan Tersangka
Para tersangka yang berhasil ditangkap. (foto: ist)

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Polresta Banyuwangi menggelar Operasi Pekat Semeru 2021 menjelang Bulan Suci Ramadan. Dalam operasi yang digelar sejak 22 Maret sampai 2 April tersebut, polisi berhasil mengungkap ratusan kasus dan menangkap ratusan tersangka.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Arman Asmara Syarifuddin, S.I.K., mengatakan bahwa Operasi Pekat Semeru 2021 ini sebagai langkah kepolisian dalam menciptakan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat dalam menyambut bulan puasa.

"Dalam Operasi Pekat Semeru 2021 ini, kami berhasil mengungkap 353 kasus dan menangkap 439 tersangka. Yang mana didominasi premanisme dan miras," kata Kombes Pol. Arman saat press conference di halaman Mapolresta Banyuwangi, Kamis (8/6/2021).

Adapun perinciannya, premanisme 177 kasus dengan 220 tersangka, prostitusi 4 kasus dengan 4 tersangka, pornografi 2 kasus dengan 2 tersangka, judi 39 kasus dengan 61 tersangka, penyalahgunaan narkoba 37 kasus dengan 45 tersangka, petasan/mercon 2 kasus dengan 2 tersangka, dan miras 92 kasus dengan 105 tersangka.

BACA JUGA : 

Polresta Banyuwangi Bentuk Tim Tracer, Ini Tugas Tak Ringan yang Harus Dijalankan

Vaksinasi Goes to Campus Sasar Mahasiswa di Banyuwangi

Gelar Hajatan Saat PPKM Darurat, Anggota DPRD Banyuwangi Didenda Rp 500 Ribu

Tingkatkan Sinergisitas, Kapolresta Banyuwangi Gelar Silaturahmi dengan Rekan Media

"Ada hal menarik dalam ungkap Operasi Pekat Semeru 2021 ini, yakni kasus human trafficking oleh mucikari lewat media sosial," imbuh Arman.

Muncikari ini, kata Arman, menawarkan pekerja seks komersial dengan media sosial Twitter. Kemudian terjadilah transaksi dengan pria hidung belang, sehingga sang mucikari itu pun mendapat keuntungan dari kasus human trafficking tersebut.

"Ini ketiga kalinya, Polresta Banyuwangi berhasil ungkap kasus human trafficking di media sosial, namun kali ini lewat Twitter. Dan ini ungkap kasus pekat yang menarik, sedangkan kasus lainnya merupakan kasus pekat yang biasa," pungkasnya. (guh/zar)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected]yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...