Ketua Pasak (Pelestari Sejarah – Budaya Kadhiri) Novi Bahrul Munib (kanan) saat berada di Kompleks Pendopo Agung Panjalu Jayati. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
Bukan hanya menjelajahi Pendopo Agung Panjalu Jayati saja, mereka juga menjelajah ke Masjid Agung Kota Kediri, ke sebuah bangunan yang saat ini digunakan sebuah sekolah menengah dan Alun-alun Kota Kediri yang pada zaman dulu tak bisa dilepaskan dengan keberadaan Pendopo Panjalu Jayati ini.
Ketua Pasak, Novi Bahrul Munib, menjelaskan bahwa di zaman dulu kala bangunan-bangunan itu merupakan satu kesatuan, meski sekarang dalam penguasaan pemerintah yang berbeda.
"Hanya kawasan pendopo saja yang saat ini masih dikuasai oleh Pemerintah Kabupaten Kediri. Sisanya sudah masuk kekuasaan Pemkot Kediri sejak tahun 1951 lalu, di mana saat terjadi pemisahan kekuasaan antara Pemkab dan Pemkot Kediri," kata Novi.
Disebutkan oleh Novi, bahwa sebenarnya pembelahan Kerajaan Kahuripan oleh Raja Airlangga sendiri terjadi pada rahun 974 Saka (1052 M), berdasarkan rujukan Kakawin Desawarnnana.
Sedangkan prasasti pertama dari Raja pertama Panjalu, lanjut Novi, adalah Prasasti Mataji (1051 M), diterbitkan oleh Sri Maharaja Jitendrakara Wuryawirya Parakrama Bakta, disebutkan sebagi "Hajyan Panjalu" (baca: Pangjalu).
"Bahwa Pendopo dan Alun-Alun adalah media 'manunggaling kawula lan gusti'. Di mana pada waktu-waktu tertentu diadakan acara budaya yang menyatukan masyarakat dengan peminpin kadipaten, terutama bupati. Sehingga ke depan diharapkan Pendopo Panjalu Jayati kembali menjadi fungsi pemersatu antara pemimpin dan rakyatnya demi kejayaan bumi Kadiri," kata Novi, Jumat (26/3).
Ditambahkan oleh Novi, dulu masyarakat yang punya masalah kemasyarakatan atau ingin menghaturkan ide, biasanya "mepe" (berjemur) di Alun-alun, untuk bisa bertemu bupati. Jika bupati berkenan, masyarakat yang "mepe" akan dipanggil ke Paseban Pendopo Kabupaten dan berdiskusi di pendopo.
"Dan hal itu sekarang dilanjutkan Mas Bup Dhito dengan acara Jumat Ngopi di Pendopo Agung Panjalu Jayati. Masyarakat bebas menyampaikan keluhan dan aspirasinya, langsung kepada Mas Bup Dhito dan Mbak Wabup Dewi," pungkas Novi. (uji/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




