Bupati Sumenep Achmad Fauzi, S.H., M.H., mengunjungi korban terdampak bencana banjir di Desa Rombiya Timur dan Desa Talaga Kecamatan Ganding, Jumat (5/3/2021). (foto: ist)
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Bupati Sumenep Achmad Fauzi, S.H., M.H., mengunjungi korban terdampak bencana banjir di Desa Rombiya Timur dan Desa Talaga Kecamatan Ganding, Jumat (5/3/2021).
Kehadiran orang nomor satu di Pemkab Sumenep ini didampingi beberapa kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, DPU Bina Marga, dan DPU Sumber Daya.
BACA JUGA:
- Harga Garam di Gili Raja Sumenep Turun Saat Musim Produksi Mulai Ramai
- 1.356 CJH Sumenep Berangkat ke Tanah Suci, Wabup Ingatkan Cuaca Ekstrem di Makkah
- YBM PLN Salurkan Bantuan Ternak Kambing untuk Buruh Serabutan di Sumenep
- Sambut Musim Tanam Tembakau, Petani Sumenep Mulai Semai Bibit, Harga Capai Rp50 Ribu per Ikat
Pihaknya sengaja mendatangi lokasi terdampak banjir untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan bencana alam itu, karena di salah satu lokasi kejadian seperti di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Desa Talaga selama tiga puluh tahun, baru pertama kali ini terjadi banjir.
“Kami ingin tahu faktor penyebab banjir ini, apa karena belum ada selokan air atau salurannya yang tertutup sampah, termasuk faktor alam semisal dataran tinggi mulai gundul,” kata bupati di sela-sela kunjungannya di Ponpes Darul Ulum, Jumat (5/3/2021).
Jika telah mengetahui faktor penyebab banjir di desa itu, ia akan memerintahkan OPD terkait untuk segera melakukan langkah konkret. "Semisal segera memperbaiki selokan maupun saluran air bersih karena kebutuhan pondok, dan berikutnya melakukan penanaman pohon di dataran tinggi yang mulai gundul," katanya.
Diakui, sebelum turun ke lokasi terdampak banjir, pihaknya telah berkoordinasi dengan BMKG untuk mendapatkan informasi tentang curah hujan di Kabupaten Sumenep. Hasilnya, pada bulan Maret hingga April intensitas hujan memang tinggi mencapai 150-250 milimeter per hari.
Dikatakan, jika di daerah terdampak banjir belum ada saluran drainase, pemerintah daerah perlu melakukan koordinasi dengan kepala desa setempat, untuk membahas dana pembangunannya, apakah menggunakan dana bantuan keuangan (BK) desa atau lainnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




