​Heboh Berhala Emas, Pendeta Kristen Zegan Bantah untuk Disembah

​Heboh Berhala Emas, Pendeta Kristen Zegan Bantah untuk Disembah Dahlan Iskan. foto: ist

Mereka itu juga pro kepemilikan senjata. Itu karena individu harus kuat –termasuk kalau perlu bisa melawan petugas pemerintah yang akan mengganggu hak-hak individu.

Mereka melihat semua itu ada pada diri Trump. Dalam wujud yang sangat ideal.

Setelah Trump kalah dari Joe Biden di Pemilu lalu, paguyuban konservatif segera mengadakan Kongres. Di Orlando itu. Untuk membicarakan masa depan ideologi konservatif. Tepatnya: bagaimana bisa menang Pemilu 2024.

Tiga dari empat hari Kongres itu dipenuhi dengan parade pidato. Tokoh-tokoh konservatif tampil. Yang kemarin-kemarin terlihat anti-Trump dicoret dari daftar penceramah.

Tapi dari seluruh penceramah itu hanya satu yang paling ditunggu: pidato Donald Trump. Karena itu Trump ditampilkan di hari terakhir Kongres. Itulah pemunculan pertama Trump setelah lengser dari Gedung Putih.

Dari berbagai media yang saya monitor isinya jelas: Trump masih menganggap dirinya sebagai masa depan konservatif. Artinya ia akan dengan mudah terpilih sebagai calon presiden dari Partai Republik.

Gaya pidato Trump sendiri masih sama: bombastis. "Biden sudah terbukti sebagai presiden terburuk dalam sejarah Amerika," ujarnya.

Ia kecam habis kebijakan Biden. Di segala bidang. Mulai tentang imigrasi, tentang tembok perbatasan, dan apa saja. Termasuk Biden itu ia nilai terlambat dalam membuka kembali sekolah.

Kalau Trump benar-benar maju lagi, habislah harapan banyak tokoh konservatif yang berambisi jadi Capres. Dari level gubernur saja terlihat ada 4 yang berambisi nyapres. Yang mantan gubernur juga 4 orang. Yang dari kalangan legislatif setidaknya 5 orang. Belum terlihat ada yang dari level wali kota.

Masalahnya: apakah Trump akan bisa menang di Pilpres 2024. Terutama dikaitkan dengan kejadian pendudukan Gedung Kongres tanggal 6 Januari lalu. Atau dengan kasus-kasus hukum yang akan dihadapi Trump dalam waktu dekat.

Karena itu golongan konservatif masih terbelah. Memang terlalu banyak yang memuja Trump, tapi tidak sedikit yang menginginkan agar Republik segera move on.

Pemasangan patung emas di arena Kongres itu sendiri sudah menjadi indikasi pemujaan pada Trump. Apalagi Zegan sendiri berani memberi judul patung itu Trump dengan Tangan Sihirnya.

Judul itu sendiri sebenarnya dimaksudkan sekalian untuk menohok Presiden Barack Obama –salah satu yang paling dibenci Trump. Obama-lah yang mengatakan Trump ternyata tidak punya sihir untuk mengatasi pengangguran.

Patung itu sendiri bagus. Zegan sudah banyak membuat patung yang dipasang di hall of fame. Misalnya patung pemain skate board terkenal itu. Juga patung bintang sepak bola Amerika, Quarterback Brett Favre.

Yang patung Trump ini besarnya sama dengan ukuran tubuh manusia. Terbuat dari fiber yang dicat chrome dan warna emas.

Waktu dibawa ke Mar a Lago –istana pribadi Trump yang tidak jauh dari Orlando– patung itu ditolak. Rupanya ada harganya. Ada media yang menyebut USD 1 juta.

Waktu dipasang di arena Kongres pun status patung itu ternyata juga barang dagangan. Ditawarkan, menurut media di sana, USD 100 ribu. Yang penting sudah balik modal.

"Saya habis 50.000 dolar untuk membuat patung ini. Dari uang saya sendiri," ujar Zegan seperti ditulis media di Amerika.

Ternyata itu memang patung biasa. Bukan berhala. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO