Gubernur Jawa Timur Khofifah bersama Kapolda Jawa Timur dan Pangdam V/Brawijaya saat meninjau secara langsung PP An-Nidhomiyah yang tertimpa musibah tanah longsor.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung bencana tanah longsor yang terjadi di Pondok Pesantren An-Nidhomiyah di Dusun Japon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, yang menyebabkan 5 santri meninggal dunia dan 3 santri mengalami patah tulang.
Gubernur Khofifah yang didampingi Kapolda Irjen Pol Nico Afinta dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto disambut Bupati Pamekasan Baddrut Tamam beserta Kapolres dan Dandim 0826/Pamekasan.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Sebut EJIES 2026 Jadi Pusat Inovasi Pendidikan Terbesar di Jatim
- Lepas Kloter Terakhir Jamaah Haji Embarkasi Surabaya, Gubernur Khofifah: Jaga Kesehatan dan Ibadah
- Gubernur Khofifah dan Mendikdasmen Lepas 3.600 Lulusan SMK dan LKP Bekerja ke Luar Negeri
- Pimpin Upacara Harkitnas 2026, Gubernur Khofifah Ingatkan Generasi Alfa Harus Siap Hadapi Era AI
Walaupun hujan sempat turun, tapi tidak mengurangi semangat para pemimpin Jawa Timur ini untuk segera meninjau secara langsung tempat musibah tanah longsor tersebut.
Gubernur Khofifah menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya para Santri PP An-Nidhomiyah tersebut.
"Saya yakin para santri yang wafat dalam musibah ini, meninggal di jalan yang sahid, karena mereka sedang menuntut ilmu. Dan atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya sekali lagi mengucapkan berduka yang sedalam-dalamnya," kata Khofifah.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




