Insanah tergolek di lantai karena kondisinya lumpuh. foto: ist.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Diakui atau tidak, di Kabupaten Gresik yang berjuluk kabupaten bertabur ribuan industri ini masih banyak potret kemiskinan. Misalnya, warga yang tinggal di lorong-lorong kecil perkampungan tapi luput dari perhatian pemda.
Salah satunya, potret warga miskin yang tinggal di Desa Suci Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. Yakni pasangan suami istri (pasutri) Bakri dan Insanah, warga RT 02 RW 04 Desa Suci Kecamatan Manyar.
BACA JUGA:
- Usai Tragedi Santri Gantung Diri, Pemkab Gresik Dampingi Psikologis Anak di Ponpes Al-Amin
- Deklarasi SPMB 2026, Bupati Gresik Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli
- Isi Kekosongan Kabag Prokopim dan Umum, Bupati Gresik Tunjuk Plt
- Sekda Gresik Serahkan SK Pensiun Kadis Pertanian, Kenaikan Pangkat dan Tugas Belajar ASN
Kedua pasutri ini fisiknya bungkuk, dan tinggal di kontrakan berukuran sempit dengan biaya Rp 600 ribu per bulan. Ironinya, si perempuan yang telah dikaruniai 2 anak ini badannya mati separuh (lumpuh) setelah melahirkan anak kedua. Sementara sang suami setiap hari bekerja berjualan kaos kaki keliling dengan kendaraan bermotor dengan penghasilan pas-pasan.
Agus, salah satu warga mengaku menemukan warga tersebut secara tak sengaja. Saat itu, dia sedang ngopi di warung kopi (warkop) di Desa Suci Kecamatan Manyar dan mendengar ada pasangan suami istri bungkuk, dengan kondisi istri lumpuh. Setiap harinya sang istri tersebut hanya bisa tergolek lemas tidur beralas kasur busa di lantai kos-kosan berukuran 3x3 m2.
"Ketika dengar itu saya langsung ke tempat kontrakan. Benar, Masya Allah, saya langsung menangis melihat kondisinya. Ternyata pasutri kondisi cacat dan bungkuk. Istrinya sakit, badannya mati separuh," ungkap Agus kepada BANGSAONLINE.com, Sabtu (20/2/2021).
Melihat kondisi korban yang memprihatinkan, Agus mengaku iba. Ia kemudian memberikan sejumlah uang untuk membantu kebutuhan hidup. "Saya spontan kasihkan uang yang kebetulan saya bawa. Kondisinya sangat memprihatinkan," bebernya.
"Saya tak sempat tanya, apakah pasutri tersebut dapat bantuan dari pemerintah setiap bulan atau tidak, baik berupa Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan lainnya," terangnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




