Kepala Disnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo didampingi Kabid Latpro dan Kepala UPT BLK Surabaya saat membuka pelatihan berbasis kompetensi.
Di BLK Surabaya ini, lanjut Himawan, semua peserta ditransfer berbagai knowledge dan skill yang itu semua membekali para peserta ketika semua peserta mengikuti pelatihan, sertifikasi, dan memasuki dunia kerja.
Himawan menyampaikan, bahwa pada 2021 ini Jawa Timur membuat tagline Jatim Bangkit. "Kita harus bangkit dari keterpurukan, bangkit dari kesulitan untuk menghadapi tantangan ini, kita semua juga harus kompak. Melalui BLK Surabaya memfasilitasi semua yang ada," terangnya.
Di hadapan 176 peserta pelatihan, Himawan juga berpesan agar mereka fokus, sehingga ilmu yang diperoleh bermanfaat, dan siap untuk masuk dunia.
Ia berharap peserta BLK tidak menjadi pengangguran. Pihaknya menyebut saat ini ada sekitar 1,3 juta angka pengganguran karena di Desember ada lulusan Agustus yang tidak semuanya masuk di PTN atau PTS. Maka kategorinya yang lulusan SMA atau SMK ini masuk dalam catatan pencari kerja.
"Jika mereka belum dapat kerja, maka catatan di kependudukan menjadi pengangguran. Maka, kompetisi semakin ketat memerlukan orang yang kuat mentalnya," katanya.
Sebagai informasi, UPT BLK Surabaya memiliki kejuruan unggulan, yaitu teknik manufaktur, teknik listrik, teknologi informasi dan komunikasi, bisnis dan manajemen, serta kejuruan pendukung yaitu teknik las, teknik elektronika, teknik otomotif, dan pariwisata. (mid/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




