Senin, 01 Maret 2021 22:37

Tafsir Al-Kahfi 46: Harta, Anak Sebagai Hiasan

Minggu, 27 Desember 2020 23:15 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Kahfi 46: Harta, Anak Sebagai Hiasan
Ilustrasi. (iStockphoto)

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*

46. almaalu waalbanuuna ziinatu alhayaati alddunyaa waalbaaqiyaatu alshshaalihaatu khayrun ‘inda rabbika tsawaaban wakhayrun amalaan

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.


TAFSIR AKTUAL

Setelah membicarakan kehidupan dunia yang ditamsilkan dengan air dan tetumbuhan yang cepat mekar dan mudah layu, lalu berguguran, kini Tuhan memberitahukan bahwa harta dan anak itu bagai hiasan hidup, zinah al-hayah al-dunya. Banyak sifat yang diberikan oleh al-quran soal anak, antara lain:

Pertama, anak sebagai penyejuk jiwa, penenteram hati, qurrah a'yun (al-furqan: 74), di mana orang tua senang sekali, ayem banget, bangga betul mempunyai anak seperti itu. Misalnya, perilakunya shalih, pinter, sopan, dan mengerti.

Tidak perlu diomongi banyak-banyak, cukup dengan isyarat atau kalimat pendek dia sudah melakukan tindakan yang menyenangkan dan bermanfaat, baik bagi manusia maupun agama. Anak begitu itu, di samping merupakan anegerah dari Tuhan, anak tersebut hasil pendidikan yang bagus, riyadhah yang kuat dari orang tuanya.

Kedua, anak yang menjadi musuh, 'aduw bagi orang tuanya (al-taghabun:14). Apa yang menjadi nasihat orang tuanya selalu dibantah. Disindir, tidak mengerti. Dinasihati halus dan pelan-pelan, tidak diperhatikan. Diomongi kasar, tersinggung dan membantah. Diberi pelajaran fisik, melawan. Na'udz billah min dzalik.

Ketiga, anak sebagai ujian bagi orang tua, fitnah (al-taghabun:15). Mirip dengan perilaku anak sebagai 'aduw. Hanya saja yang fitnah ini lebih lunak ketimbang yang aduw. Saat dinasihati memang diam, merunduk, tapi tidak menggubris. Ada saja yang dia lakukan, ujung-ujungnya mengecewakan dan memberatkan orang tua.

Keempat, anak sebagai hiasan keluarga, zinah seperti pada ayat kaji ini. Namanya hiasan tentu indah dipandang, sedap dilihat, pamor di permukaan, tapi hakikatnya tidak ada manfaatnya bagi agama. Anda punya anak juara menari, berdansa, main game tingkat internasional, maka bukan main sanjungan publik dan keluarga anda pamor. Tapi tidak ada manfaatnya bagi agama.

*Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag adalah Mufassir, Pengasuh Rubrik Tafsir Alquran Aktual HARIAN BANGSA, dan Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ), Tebuireng, Jombang.

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Senin, 01 Maret 2021 08:13 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.COM – Ternyata banyak sekali putra Indonesia yang punya potensi unggul. Di berbagai bidang. Termasuk penemuan tes Covid-19. Dalam tulisan edisi Senin, 1 Maret 2021, ini Dahlan Iskan mengangkat tentang I-Nose, hasil p...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 27 Februari 2021 11:53 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...