Jelang Puncak Musim Penghujan, Gubernur Khofifah Ingatkan 22 Daerah Jatim Rawan Bencana

Jelang Puncak Musim Penghujan, Gubernur Khofifah Ingatkan 22 Daerah Jatim Rawan Bencana Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyaksikan perangkat peralatan untuk antisipasi bencana dalam acara Apel Siaga Darurat Bencana di Makodam V Brawijaya, Senin (23/11). Foto: ist/bangsaonline.com

Sedangkan di Pasuruan, banjir berpotensi diakibatkan oleh luapan sungai Welang. Demikian juga di Madura, beberapa daerah biasa terdampak luapan Sungai Kemuning. Bencana hidrometeorologi yang lain adalah longsor, yakni harus diwaspadai wilayah Jombang, Ponorogo, Kediri, Banyuwangi, Jember, Lumajang, Probolinggo, Pasuruan, Malang, Batu, dan Pacitan.

“Jatim menjadi salah satu provinsi yang secara geografis serta geologis memiliki kerentanan terhadap , baik alam maupun non alam. Maka dari itu, penanganan harus dilakukan dengan bersinergi dan kolaborasi antar lini, mulai pemerintah provinsi, kota, kabupaten, kampus, swasta, media serta masyarakat. Prinsipnya pendekatan pentahelix disinergikan,” tuturnya.

“Dengan memperkuat pentahelix menjadi bagian penguatan bersama dalam mengantisipasi alam dan non alam diharapkan dampak terhadap resiko dapat diminimalisir,” tambah .

mewanti-wanti kepada pemangku kepentingan di seluruh Kabupaten/Kota untuk melakukan mitigasi dan menyiapkan sejumlah skenario penanganan . Hal ini penting karena jika alam ini tidak diantisipasi dan tidak tertangani dengan baik, maka akan berpotensi pada meningkatnya angka kemiskinan di Jatim. Setiap beresiko terhadap tambahnya kemiskinan.

“Pemulihan dampak sosial dan ekonomi karena pandemi Covid-19 sedang dilakukan recovery secara bersama- sama. Upaya tersebut jangan sampai tersendat karena adanya potensi hidrometeorologi. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk meminimalisir dampak yang dapat ditimbulkan,” katanya. (tim)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Jayapura Dilanda Longsor dan Banjir':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO