Minggu, 06 Desember 2020 07:57

Diduga ​Posting Ujaran Kebencian Soal Operasi Yustisi, Pria di Blitar Diperiksa Polisi

Senin, 26 Oktober 2020 14:49 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Akina Nur Alana
Diduga ​Posting Ujaran Kebencian Soal Operasi Yustisi, Pria di Blitar Diperiksa Polisi
AD (38) saat diperiksa pihak kepolisian. (foto: ist)

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Seorang pria asal Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar diperiksa polisi lantaran diduga telah memosting ujaran kebencian di media sosial miliknya. Pria tersebut berinisial AD (38).

Dalam unggahan di akun Facebook-nya, pria yang bekerja sebagai petani itu melontarkan ejekan kepada petugas kepolisian soal operasi yustisi penerapan protokol kesehatan.

"Istilah tahun 2020. Polisi untung pedagang buntung. Polisi ra duwe duit garek metu golek sing ra gae masker trus ditilang entok duit. Pedagang lek ra onok tontonan ra entok duit. dodolan ning embong ra gae masker ditilang polisi. As**** polisi entuk bati akeh...". Begitu bunyi unggahan akun Facebook 'Ayahe Hinawari' yang di-share di grup Facebook Informasi Hiburan Blitar.

Kasubbag Humas Polres Blitar Kota, Iptu Ahmad Rochan mengatakan, kepada polisi AD mengaku menulis postingan itu karena jengkel dan tidak suka dengan adanya operasi yustisi dengan sanksi denda bagi pelanggar. AD juga mengaku, sebelum menulis postingan itu, ia sempat bertemu temannya yang bercerita baru saja diberi sanksi denda Rp 250 ribu karena tidak memakai masker.

"Pelaku jengkel hingga akhirnya menulis postingan itu. Namun dia tidak menyangka ternyata postingannya yang kemudian viral itu mengandung ujaran kebencian," jelas Iptu Ahmad Rochan, Senin (26/10/2020).

AD sempat menonaktifkan akun Facebook-nya usai postingannya viral. Namun jejak digitalnya telah menyebar ke mana-mana hingga akhirnya polisi berhasil menemukan pemilik akun. Meski begitu, polisi tidak melakukan penahanan terhadap AD. Ia hanya diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan itu lagi dan diberi peringatan agar tidak mengulangi perbuatannya.

"Pelaku tidak ditahan, melainkan hanya diberi peringatan dan juga diminta membuat surat pernyataan," tegas Iptu Ahmad Rochan.

Sebagaimana diketahui, untuk mengendalikan dan menekan penularan Covid-19, polisi dan TNI bersama Satpol PP dan Satgas Penanggulangan Covid-19 memang gencar melaksanakan operasi yustisi protokol kesehatan. Mereka yang kedapatan tidak mematuhi protokol kesehatan bakal disidang di tempat dan dikenai sanksi denda sesuai tingkat pelanggarannya. (ina/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...