Debat publik Cabup-Cawabup Kabupaten Blitar.
Paslon 1 kemudian mempertanyakan janji Pendidikan gratis tersebut saat diberi kesempatan untuk bertanya ke Paslon lain.
“Mengingat kekuatan APBD kita sangat terbatas, kita hanya punya 2,3 triliun. Sedangkan kebutuhan masyarakat Kabupaten Blitar sangat banyak. Sehingga apakah itu benar-benar mampu untuk dilaksanakan. Jangan sampai apa yang disampaikan ternyata tidak bisa dilaksanakan,” kata Marhaenis.
Menadapat pertanyaan dari Marhaenis, Cawabup Paslon 2 Rahmat Santoso mengatakan, bukan hanya Pendidikan, bahkan kesehatan juga akan digratiskan.
“Apakah mungkin dilakukan sekolah gratis, Pendidikan gratis, kesehatan gratis, semua serba gratis. Jadi yang mau bekerja hanya untuk dirinya sendiri uang itu penghasilanya,” ujar Rahmat Santoso.
Sepanjang sesi debat Rijanto-Marhaenis banyak mengungkapkan berbagai program yang telah dilaksanakan selama kepemimpinan mereka. Diantaranya pemberian dana hibah kepada tempat ibadah sebagai bentuk komitmen Pemkab Blitar memberikan kemudahan masyarakan untuk menjalankan ibadahnya. Selain itu juga pemberian insentif bagi GTT dan PTT yang nilainya akan terus ditingkatkan sesuai kekuatan APBD.
Sementara Paslon Rini Syarifah-Rahmat Santoso menjanjikan program E-Government untuk memudahkan akses informasi dan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.
Rencananya KPU Kabupaten Blitar akan menggelar 3 kali debat. Untuk debat publik selanjutnya akan digelar pada November mendatang. (tri/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




