Rabu, 02 Desember 2020 03:34

Distribusi Diperketat, KPM di Tuban Bebas Memilih Kualitas Komoditi Program BPNT

Selasa, 13 Oktober 2020 21:19 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Distribusi Diperketat, KPM di Tuban Bebas Memilih Kualitas Komoditi Program BPNT
Petugas kecamatan dan agen mengecek kualitas beras sebelum disalurkan.

TUBAN, BANGSAONLINE.com – Mekanisme penyaluran program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) terus dilakukan pembenahan. Selain proses distribusi yang terus diperketat, kini Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT dibebaskan memilih jenis kualitas komoditi yang diinginkan.

Selain itu, pengawasan dan pengecekan terus dilakukan di tingkat kecamatan hingga di agen. Hal itu dilakukan guna menjaga kualitas bantuan pangan tersebut, dan memastikan komoditas yang disediakan telah sesuai dengan ketentuan, sehingga KPM tidak merasa dirugikan.

“Mekanismenya, kini dilakukan secara pre-order, KPM bisa memilih sendiri jenis dan kualitas beras yang diinginkan kepada agen,” ujar Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos), Dinsos P3A Tuban, Ritazahara Afrianti saat melakukan pengecekan komoditi beras di Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban sebelum disalurkan kepada agen, Selasa (13/10).

Dirinya menambahkan, perubahan mekanisme penyaluran program BPNT menyesuaikan dengan kebutuhan KPM, sehingga mereka tidak merasa dirugikan. Untuk itu, supplier atau penyedia komoditi BPNT diwajibkan menyediakan dua jenis beras, yakni dengan kualitas medium dan premium.

“KPM mintanya seperti apa harus dilayani, agen harus menyediakan sesuai order KPM, jangan sampai agen yang menentukan,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Camat Parengan, Sanusi mengatakan, selama ini komoditi yang disediakan supplier sudah bagus dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Komoditi beras dengan kualitas medium maupun premium, sehingga layak dikonsumsi masyarakat.

“Kualitas beras yang disediakan sudah standar dan layak untuk dikonsumsi,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Ketua Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Parengan, Eko Hariyanto juga menjelaskan, bahwa seluruh komoditi yang disediakan supplier telah sesuai yang dipesan oleh KPM melalui agen. KPM sebelumnya memesan melalui agen, untuk selanjutnya diajukan kepada supplier. Pada bulan ini penerima program BPNT sebanyak 3.202 KPM dengan total beras yang disediakan sebanyak 48,03 ton.

“Pengecekan kualitas beras dilakukan dua tahap, di kecamatan dan di agen. Kalau kualitas sampai di agen berubah, bisa langsung minta ganti yang baru. Komoditi ini semua sesuai permintaan dari KPM,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Paguyuban Agen BPNT Parengan, Kiswanto. Dirinya mengatakan, pilihan jenis komoditas BPNT yang semakin variatif membuat KPM bisa leluasa memilih jenis komoditi yang diinginkan. Dengan demikian, KPM tidak merasa terpaksa membeli sembako dengan adanya beberapa pilihan.

"Komoditas yang disediakan semakin bervariasi, sehingga KPM semakin bebas memilih produk yang diinginkan," tuturnya. (gun/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...