Rabu, 02 Desember 2020 03:26

​Warga Banyuwangi Menolak Istrinya Dimakamkan secara Covid-19, karena Dua Kali Tes Swab Negatif

Sabtu, 03 Oktober 2020 21:51 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Teguh Prayitno
​Warga Banyuwangi Menolak Istrinya Dimakamkan secara Covid-19, karena Dua Kali Tes Swab Negatif
Giwat saat menceritakan kronologi meninggalnya sang istri. foto: ist/ bangsaonline.com

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Giwat, seorang warga di Banyuwangi menolak rencana pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan untuk memakamkan istrinya dengan protap Covid-19.

Giwat yakin, Meiriane, istrinya meninggal tidak karena terjangkit virus corona. Pasalnya, dua kali dites swab di dua rumah sakit, hasilnya negatif. Meski saat dirawat, sang istri memiliki riwayat sesak napas.

"Istri saya dites swab dua kali hasilnya negatif. Jadi saya menolak jika istri saya dimakamkan menggunakan protap Covid-19," kata Giwat dengan mata berkaca-kaca menahan sedih setelah ditinggal sang istri untuk selamanya, Jumat (2/10/2020).

Usahanya pun berhasil, setelah ia didampingi M. Yunus Wahyudi, aktivis kontroversial untuk menjemput jenazah istrinya di rumah sakit plat merah tersebut untuk disemayamkan sebagaimana mestinya.

"Ini juga bisa dibuat pembelajaran kepada masyarakat, jika punya dasar bukti yang kuat, jangan takut untuk menolak," ujarnya.

Sedangkan Yunus yang kerap dijuluki Macan Blambangan itu tergerak hatinya untuk mendampingi penjemputan jenazah istri Giwat, setelah mendengar kronologi meninggalnya yang diceritakan langsung oleh Giwat yang belum pernah dikenalinya lewat telepon selulernya.

"Meski saya belum pernah kenal, tetapi saya terpanggil mendampingi pak Giwat karena istrinya ini memang meninggal karena bukan Covid-19, melainkan sakit komplikasi. Buktinya dua kali dites swab negatif," kata Yunus.

Sementara dr. Indah Sri Lestari, Direktur RSUD Blambangan mengatakan, meski jenazah istri Giwat tersebut tidak dikuburkan seperti pemulasaraan jenazah pada umumnya, namun prosesi kremasi jenazahnya tetap dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan.

"Untuk prosesi pemakaman, keluarga meminta secara kremasi. Prosesinya sudah disepakati sesuai dengan protokol kesehatan. Hadir tadi malam ikut menjelaskan Bapak Kapolsek Kota, Kapolsek Giri, dan Kapolsek Kalipuro, serta Kasat Sabhara," ucap dr Indah saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (3/10/2020).

Setelah adanya kesepakatan bersama, pihak rumah sakit pun menyerahkan jenazah istri Giwat untuk disemayamkan di rumah persemayaman yang terletak di Kelurahan Karangrejo Banyuwangi untuk dikremasi sesuai protokol kesehatan. (guh)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...