Rabu, 28 Oktober 2020 06:36

Miris, ​Kekerasan Seksual Anak di Pamekasan Tahun 2020 Tembus 10 Kasus

Rabu, 23 September 2020 21:00 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Yeyen
Miris, ​Kekerasan Seksual Anak di Pamekasan Tahun 2020 Tembus 10 Kasus
Koordinator Divisi Hukum PPTP3A Kabupaten Pamekasan, Umi Supraptiningsih. (foto: ist).

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Data Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPTP3A) Kabupaten Pamekasan menyebutkan, kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Pamekasan pada tahun 2020 masih tinggi.

Kasus kekerasan seksual tersebut, didominasi korban dan pelaku masih anak-anak yang justru sama-sama perlu mendapatkan perlindungan hukum.

Koordinator Divisi Hukum Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPTP3A) Kabupaten Pamekasan, Umi Supraptiningsih mengatakan, saat ini kasus kekerasan seksual yang menimpa terhadap anak di Pamekasan masih sangat tinggi. Sebab, ada 10 kasus lebih yang sudah diproses ke jalur hukum.

Bahkan, rata-rata usia korban sekitar 16-17 tahun ke atas dan masih duduk di bangku sekolah SMA sederajat.

"Sekarang saya sangat sedih sekali, karena pelaku dan korban kebanyakan sama-sama anak-anak. Kalau pelakunya orang dewasa kita tinggal jebloskan saja ke penjara, selesai," kata Umi Supraptiningsih, Rabu (23/9/2020).

Menurutnya, kasus seksual itu rata-rata akibat hubungan di luar nikah layaknya suami istri, sehingga ada sebagian korban yang saat ini hamil dan ada pula yang melahirkan.

Hal itu disebabkan banyaknya anak-anak yang dengan mudah dan bebas mengakses informasi apa pun di media sosial melalui Hp yang mereka pegang.

"Sebagian orang tua kadang kurang terlalu intens memantau aktivitas anaknya saat bermain Hp, dan juga tidak tahu konten apa yang dilihat dan disimpan oleh anak-anak mereka," paparnya.

Bu Umi-sapaan akrabnya menambahkan, terkadang ia merasa bingung bila menangani kasus kekerasan seksual anak yang pelaku dan korban sama-sama masih di bawah umur.

Karena dilihat dari beberapa sisi, pihak keluarga korban menuntut keadilan agar diberikan sanksi hukuman terhadap pelaku, dan di sisi yang lain pelaku sebagai anak juga harus mendapatkan hak perlindungan hukum.

"Sehingga dalam kasus ini harus disampaikan secara pelan-pelan dan hati-hati kepada keluarga korban, bahwa pelaku yang ditanganinya juga masih anak-anak," ujarnya.

"Jangan kira kami tidak obyektif dalam menangani kasus, karena keduanya kami lindungi," sambungnya.

"Biasanya pelaku dan korban pacaran, ya mungkin dampak dari anak-anak bebas pegang Hp, sehingga mengakibatkan mereka berhubungan seksual di luar nikah," tambah Bu Umi.

Perempuan yang juga sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi di Pamekasan itu menambahkan, untuk mengurangi tingginya kasus kekerasan seksual anak, perlu adanya peran orang tua dan guru untuk memberikan pemahaman tentang pembelajaran seks di luar nikah terhadap anak-anaknya, agar anak-anak bisa mengetahui dampak negatif yang akan dialami selepas melakukan hubungan tersebut.

"Akibat dari hubungan seks di luar nikah itu akan hamil sebelum waktunya, ada dampak terhadap pendidikan, sosial, dan dampak hukum," pungkasnya. (yen/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Minggu, 25 Oktober 2020 12:28 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Wisata edukasi berbasis potensi desa di Jawa Timur kembali bertambah. Kali ini, bertempat di Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Are...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Kamis, 22 Oktober 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*34. wakaana lahu tsamarun faqaala lishaahibihi wahuwa yuhaawiruhu anaa aktsaru minka maalan wa-a’azzu nafaraandan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-ca...
Selasa, 27 Oktober 2020 09:45 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...